
Geriatri.id - Di era digital, kemudahan transaksi perbankan online melalui fasilitas Mobile Banking (M-Banking) semakin diminati masyarakat.
Namun, di balik kemudahan ini, nasabah harus waspada terhadap risiko kejahatan siber yang kian marak.
Aplikasi M-Banking kerap menjadi sasaran para penjahat siber untuk mencuri data pribadi atau melakukan penipuan, seperti phising.
Agar terhindar dari ancaman kejahatan siber, nasabah pemilik M-Banking perlu memahami langkah-langkah yang dapat melindungi data dan transaksi mereka.
Berikut beberapa tips untuk menghindari kejahatan digital banking dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
1. Jaga kerahasiaan kode akses dan PIN
Jangan pernah memberitahukan kode akses atau nomor Personal Identification Number (PIN) kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Hindari mencatat dan menyimpan kode akses atau PIN di tempat yang mudah diakses orang lain.
2. Periksa transaksi dengan teliti
Sebelum melakukan konfirmasi atas suatu transaksi, periksalah dengan teliti rincian transaksi tersebut untuk memastikan tidak ada kesalahan.
Setelah melakukan transaksi, tunggulah beberapa saat hingga Anda menerima respons balik yang mengonfirmasi bahwa transaksi telah berhasil dilakukan.
3. Cermati notifikasi transaksi
Setiap kali melakukan transaksi, nasabah akan menerima notifikasi berupa SMS atau email.
Periksa isi notifikasi tersebut dengan cermat dan segera hubungi bank jika ada transaksi mencurigakan.
4. Segera ganti PIN jika terasa terancam
Jika merasa PIN atau kode akses telah diketahui orang lain, segera lakukan penggantian PIN untuk mencegah penyalahgunaan.
5. Lapor segera jika SIM card hilang
Jika SIM card ponsel Anda hilang, dicuri, atau dipindahtangankan kepada pihak lain, segera laporkan ke cabang bank terdekat atau hubungi call center bank untuk mengambil langkah pencegahan.
6. Waspadai aplikasi mengandung malware'
Hati-hati dengan aplikasi di internet yang merupakan spam atau malware.
Aplikasi semacam ini dapat mencuri data pribadi Anda dan menyalahgunakannya di kemudian hari.
7. Hindari transaksi di tempat umum
Jangan melakukan transaksi internet banking di tempat umum atau menggunakan WiFi gratis, karena data Anda berpotensi dicuri pihak lain yang menggunakan jaringan sama.
8. Selalu Logout setelah selesai bertransaksi
Pastikan melakukan logout setelah selesai melakukan transaksi di internet banking, terutama jika menggunakan perangkat umum atau berbagi.
9. Hapus data sebelum mengganti ponsel
Jika mengganti ponsel, pastikan semua data terkait M-Banking sudah terhapus untuk menghindari penyalahgunaan pihak lain yang mungkin akan menggunakan ponsel tersebut.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Dengan mengikuti tips-tips ini, nasabah dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber dan menjaga keamanan transaksi perbankan mereka.
Kewaspadaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman di dunia digital.***
*Ilustrasi - Waspadai kejahatan siber.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri