
Geriatri.id - Aisyiyah berkomitmen dalam pemenuhan kesejahteraan lanjut usia (lansia) melalui berbagai program dan pendirian Amal Usaha Kesejahteraan Sosial Aisyiyah.
“Program pelayanan dan pemberdayaan lansia maupun keberadaan amal usaha ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai program dan kegiatan yang terstruktur meliputi edukasi, keagamaan, psikologis, sosial, kesehatan, ekonomi, dan rekreatif,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah dikutip dari laman Muhammadiyah.
Indonesia disebut sedang memasuki fase ageing population. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia tahun 2023, hampir 12 persen atau sekitar 29 juta penduduk masuk kategori lansia.
Angka ini diperkirakan terus meningkat menjadi 20 persen atau sekitar 50 juta jiwa lansia hingga 2045.
Dengan meningkatnya jumlah populasi lansia, diperlukan upaya bersama dalam menjaga kesehatan lansia.
Tri yang juga Koordinator Program INKLUSI Aisyiyah mengatakan berbagai kegiatan produktif bagi lansia dilakukan dengan mendirikan Griya Lansia, Day Care Lansia, Pos Layanan Terpadu, Posyandu Lansia, dan sebagainya dengan tagline yang diusung adalah SETAMAN yakni Sehat, Taqwa, Mandiri, dan Manfaat.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
“Aisyiyah berupaya bagaimana lansia tidak hanya tetap terjaga kesehatannya tetapi juga bagaimana lansia tetap aktif, produktif, dan membawa manfaat bagi sekitarnya,” jelasnya.
Aisyiyah memiliki beberapa strategi dalam menangani masalah kelansiaan.
Pertama, melakukan peningkatan kapasitas bagi lansia melalui pengajian atau pesantren lansia, sekolah lansia, hingga pendidikan pemilih bagi lansia.
Kedua, melakukan pendampingan dan konseling dengan pemberdayaan kelompok, pendampingan lansia, konseling psikologi, konseling kesehatan.
Ketiga, menjamin akses layanan dengan penyediaan layanan kesehatan bagi lansia.
Keempat, melakukan advokasi bagi lansia untuk mendapatkan perlindungan sosial maupun advokasi kebijakan dan anggaran seperti Perdes ramah lansia maupun RAD Kelanjutusiaan.
Kelima, kerjasama dan jejaring dengan memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan filantropi.
Selain itu, lanjut Tri, melalui Program INKLUSI, Aisyiyah juga mengembangkan berbagai program untuk pemberdayaan lansia seperti Balai Sakinah Aisyiyah (BSA) Lansia sebagai wadah komunitas bagi lansia serta BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah) Lansia untuk upaya pemberdayaan lansia dalam bidang ekonomi.
“Kita di banyak desa juga mempunyai Perdes terkait lansia, juga bekerjasama dengan DPMD agar anggaran desa bisa dipergunakan bagi lansia, Aisyiyah juga sedang menginisiasi RAD Kelanjutusiaan di Tasikmalaya,” katanya.
Upaya mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, dan produktif juga dilakukan Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Perumnas Condong Catur sejak 2014 melalui kegiatan pesantren lansia.
Penyebabnya banyak penghuni perumahan yang berdiri sejak 1979 ini dihuni lansia.
Kegiatan pesantren lansia mendapatkan respon positif. Para pengurus PRA yang juga sudah lansia berpikir bagaimana dapat memiliki gedung untuk berkegiatan dengan nyaman.
Pada tahun 2022, PRA bisa mendirikan gedung sendiri seluas 312 meter persegi dan menjalankan kegiatan Day Care Lansia Aisyiyah (DCLA) Perumnas Condong Catur.
Pengurus DCLA Perumnas Condong Catur Mahsunah Syakir menjelaskan berbagai kegiatan yang dilaksanakan DCLA Perumnas Condong Catur seperti Pesantren Lansia, Madrasah Lansia (Senior School), Posyandu Lansia, juga Keterampilan dan Kesenian Lansia.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Materi disusun berdasarkan kurikulum yang secara komprehensif memuat berbagai kebutuhan lansia mulai dari keagamaan, psikologi, kesehatan, hingga kesenian.
Untuk sesi kesehatan, DCLA menjalin kerjasama dengan klinik/Rumah Sakit, termasuk dengan Perguruan Tinggi Prodi Kesehatan atau keperawatan yang dimiliki Muhammadiyah Aisyiyah.***
*Strategi Aisyiyah dalam upaya pemenuhan kesejahteraan lansia.(Foto:Muhammadiyah)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri