
Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) rentan menjadi korban penipuan melalui telepon atau yang dikenal dengan istilah vishing (voice phishing).
Vishing menjadi salah satu metode yang marak digunakan para penjahat siber untuk mencuri informasi pribadi dan mengakses data sensitif milik korban.
Modus ini bertujuan memancing korban menyerahkan akses atau informasi penting yang dapat digunakan untuk membajak perangkat atau aplikasi mobile.
Bagaimana vishing bekerja?
Vishing adalah varian dari phishing, di mana pelaku menggunakan suara, baik melalui panggilan telepon langsung atau pesan suara otomatis, untuk menipu korbannya.
Biasanya penipu berpura-pura menjadi perwakilan dari lembaga resmi atau perusahaan besar.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Mereka menipu calon korban agar mengklik tautan berbahaya atau mengunduh file yang mengandung malware.
Malware ini kemudian dapat menginfeksi ponsel korban dan memberikan akses kepada pelaku untuk membajak data atau aplikasi.
Kenali tanda-tanda telepon penipuan vishing
Agar terhindar dari penipuan vishing, penting untuk mengenali beberapa ciri khas yang sering muncul dalam modus ini:
1. Mengaku dari pemerintah atau perusahaan besar
Penipu kerap mengaku sebagai perwakilan dari lembaga pemerintah atau perusahaan besar.
Mereka menggunakan otoritas palsu untuk mengintimidasi korban dan memaksa mereka menyerahkan informasi pribadi.
2. Menawarkan kesepakatan atau hadiah
Hati-hati jika menerima telepon yang memberitahukan bahwa Anda memenangkan hadiah. Jika tidak pernah mengikuti undian atau lotere, besar kemungkinan itu adalah penipuan.
3. Tidak mengetahui nama Anda
Penelepon yang sah biasanya mengetahui nama Anda. Jika penelepon menggunakan sapaan umum tanpa menyebutkan nama Anda, ini tanda bahwa mereka mungkin adalah penipu.
4. Mengklaim ada utang yang belum dibayar
Salah satu taktik intimidasi yang sering digunakan adalah mengklaim Anda memiliki utang belum dibayar.
Penipu akan mengancam dengan denda atau hukuman penjara jika tidak segera membayar.
5. Meminta informasi pribadi
Penipu mungkin akan meminta nomor KTP, nomor kartu kredit, atau informasi pribadi lainnya.
Jangan pernah memberikan informasi ini melalui telepon.
6. Memberitahu perangkat terinfeksi malware
Penipu mungkin akan mengatakan perangkat Anda telah terinfeksi malware dan meminta untuk menginstal perangkat lunak akses jarak jauh. Ini adalah jebakan untuk mengakses perangkat Anda.
7. Meminta verifikasi informasi yang seharusnya sudah diketahui
Jika ada yang menghubungi Anda untuk "memverifikasi" informasi, padahal seharusnya mereka sudah memiliki informasi dasar seperti nama dan lain-lain bisa jadi ini tanda penipuan.
8. Ada jeda saat menjawab telepon
Penipu sering menggunakan teknologi panggilan otomatis yang hanya menghubungkan panggilan saat Anda menjawab. Waspada jika ada jeda yang tidak biasa.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Penipuan vishing adalah ancaman nyata di era digital. Untuk melindungi diri, selalu berhati-hati saat menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.
Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau menginstal perangkat lunak yang diminta penelepon.
Jika ragu, tutup telepon dan hubungi pihak resmi secara langsung untuk memastikan kebenaran informasi.
Tetap waspada, dan jangan biarkan menjadi korban penipuan vishing.***
*Ilustrasi - Lansia rentan menjadi korban penipuan melalui telepon atau yang dikenal dengan istilah vishing (voice phishing).(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri