Lansia Rentan Terhadap Dampak Buruk Polusi Udara di Rumah


Berita Lansia - Bayi, anak-anak, orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap dampak negatif polusi udara di rumah.

2024-08-06 11:56:10

Geriatri.id - Bayi, anak-anak, orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap dampak negatif polusi udara di rumah. 

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ristrini mengungkapkan tingkat kesadaran masyarakat mengenai polusi dalam rumah tangga masih relatif rendah. 

Berdasarkan data terbaru, penduduk Indonesia diperkirakan akan kehilangan 2,5 tahun dari Usia Harapan Hidup (UHH) akibat polusi udara saat ini.

Air Quality Life Index (AQLI) mencatat konsentrasi PM2,5 di Indonesia mencapai 34,3 μg per meter kubik. 

Efek polusi rumah tangga seringkali baru terlihat dalam jangka waktu lama, seperti alergi debu. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Penggunaan bahan bakar rumah tangga yang masih berpolusi menjadi salah satu penyebab utama.

Dia mengatakan sumber dan kegiatan penyebab pencemaran udara di rumah tangga termasuk asap rokok, asap kendaraan bermotor, gas dapur, debu, bahan kimia dari produk rumah tangga, bahan bakar untuk memasak, dan pengelolaan sampah rumah tangga. 

"Kegiatan seperti memasak, membersihkan debu, dan penggunaan produk kimia juga berkontribusi pada peningkatan polusi udara di dalam rumah,” ujarnya dikutip dari laman BRIN. 

Dampak pencemaran udara rumah tangga terhadap kesehatan sangat beragam, mulai dari iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, hingga masalah pernapasan dan risiko penyakit serius seperti asma, bronkitis, bahkan kanker. 

Untuk mencegah dan mengendalikan pencemaran udara dalam rumah tangga, Ristrini menyarankan beberapa langkah praktis. 

“Hindari merokok di dalam rumah, gunakan kompor gas dengan peralatan pembakaran yang efisien, dan pastikan ruangan tidak dipenuhi oleh gas dapur. Selain itu, cegah masuknya asap kendaraan bermotor dari garasi ke dalam rumah,” jelasnya.


Upaya lainnya termasuk membersihkan debu secara teratur dengan alat penyedot debu atau lap basah, menggunakan produk pembersih yang ramah lingkungan, dan mengurangi penggunaan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya. 

“Menghindari atau mengurangi pembakaran sampah rumah tangga juga penting,” tambahnya.

Ristrini juga menekankan pentingnya ventilasi yang baik di dalam rumah. 

“Pastikan ruangan memiliki ventilasi alami seperti jendela atau ventilasi atap, dan ventilasi buatan seperti kipas angin atau exhaust fan untuk mengalirkan udara segar dan mengeluarkan udara kotor,” kata Ristrini.

Selain itu, perawatan rutin pada peralatan rumah tangga yang menggunakan bahan bakar, seperti kompor gas, pemanggang, dan pemanas air, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa alat-alat tersebut berfungsi dengan baik dan tidak menghasilkan gas beracun. 

“Penggunaan purifier udara dengan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air) juga dapat membantu membersihkan udara dari partikel-partikel berbahaya di dalam rumah,” imbuhnya.

Tanaman hias tertentu, seperti tanaman palem dan lidah mertua, juga dapat membantu menyaring udara di dalam ruangan. 

Ristrini menyarankan untuk menjaga kelembaban di dalam rumah agar tidak terlalu tinggi, karena kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan tungau debu, yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam rumah. 

“Gunakan alat pengukur kualitas udara dalam ruangan untuk memantau tingkat polusi udara di dalam rumah dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika terjadi peningkatan,” tambahnya.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Dia mengingatkan pentingnya bagi setiap individu untuk menyadari bahwa pencemaran udara di dalam rumah tangga dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah. 

"Meningkatkan kesadaran akan masalah ini akan mendorong orang untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi sumber pencemaran udara di rumah tangga. Edukasi tentang bahaya pencemaran udara di rumah tangga dan cara menguranginya sangat penting untuk membantu masyarakat memahami pentingnya tindakan pencegahan,” pungkasnya.***

*Ilustrasi - Sampah rumah tangga penyebab polusi udara di rumah.(Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026