Perhatikan Hal Ini Bila Memberi Obat Orang Tua yang Sakit


Berita Lansia - Istilah golden age tentu tidak hanya diperuntukkan anak-anak usia balita. Bahkan, periode usia lanjut, yaitu usia di atas 60 tahun juga merupakan suatu tahapan yang istimewa dalam kehidupan.

2019-12-16 15:03:27

Geriatri.id - Istilah golden age tentu tidak hanya diperuntukkan anak-anak usia balita. Bahkan, periode usia lanjut, yaitu usia di atas 60 tahun juga merupakan suatu tahapan yang istimewa dalam kehidupan.

Apalagi, bila sang lanjut usia (lansia) tetap sehat, bugar, bahagia, mandiri dan sebagainya.

Meski begitu, tak bisa kita pungkiri bahwa sebagian para lansia mengalami sakit.

Hal ini menyebabkan kualitas hidupnya menurun, disertai juga berkurangnya kemandirian sang lansia.

Selain itu, problem lain yang menyertainya juga adalah malnutrisi hingga harus minum beberapa obat sekaligus.

Nah, pasien usia lanjut atau geriatri, umumnya mengalami  penyakit yang lebih kompleks atau kronis dan lebih dari dua penyakit.

Misalnya saja, hipertensi, disertai diabetes, jantung atau demensia. Tentunya perawatan bagi pasien usia senja ini perlu suatu pendekatan yang khusus.

Kenapa demikian? Karena umumnya gejala penyakit yang dialami lansia tiak khas.

Di sisi lain, fungsi organ tubuh kakek atau nenek ini sudah menurun. Dengan begitu, mau tak mau pasien geriatric pelu mendapatkan beberapa obat.

Pastinya harus dalam pengawasan.  Hal itu dilakukan agar tidak terjadi asupan obat yang berlebihan.

Nah, yang perlu kita ketahui adalah konsumsi obat-obatan pada lansia sebaiknya tidak lebih dari tujuh jenis obat. 

Kenapa? Pasalnya, kita harus berhati-hati atau waspada bila terjadi interaksi antar obat yang satu dengan lainnya.

Karena itu, penting sekali untuk melakukan konsultasi dengan beberapa dokter ahli yang menanganinya.


Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan bila hendak memberikan obat pada lansia:

  1. Perhatikan bila kandungan obat dengan dosis tinggi karena fungsi ginjal pada lansia sudah menurun
  2. Perhatikan dosis obat yang diberikan pada lansia karena kepekaan terhadap obat pun menjadi sehingga menjadi lebih sensitif
  3. Perhatikan risiko interaksi antar obat yang banyak jenisnya tersebut
  4. Pastikan untuk mengingatkan lansia untuk minum obat sesuai jadwalnya. Sebagian lansia lupa mengenai hal ini.
  5. Waspadai efek samping obat yang dikonsumsi bisa lebih hebat, konsultasi dengan dokter terlebih dulu.
  6. Pastikan obat yang dikonsumsi lansia adalah yang paling aman.

Yang jelas,  dalam pemberian obat untuk lansia perhatikan dosis, indikasi, cara pemberia dan lama pemberiannya yang tepat.

Ingat bahwa obat yang diberikan pada seseorang, belum tentu tepat atau cocok untuk orang lain.

Pasalnya, kondisi setiap orang berbeda-beda. Jadi, tidak bisa disamarakan, apalagi pemberian obat pada kalangan lansia.***

Hilman H/ Foto : freepik.com

 

Narasumber ahli:

Dr. dr. Aulia Rizka, SpPD, K-Ger, M.Pd-Ked

Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI – RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta  

 

Kontak kami:

redaksi@geriatri.id
Whatsapp : +62 8111379101
Facebook : geriatri.id
Instagram : geriatri_id

 

fkui,rscm,geriatri,lansia,gerontologi,lanjutusia,usialanjut,lansiasehat,obatlansia

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026