Separuh Lansia Indonesia Bergantung pada Transfer Uang dari Anak


Berita Lansia - Masyarakat lanjut usia (lansia) di Asia bergantung pada transfer uang dari keluarga, terutama anak, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

2024-08-05 21:42:50

Geriatri.id - Sebuah riset dari Asian Development Bank (ADB) mengungkapkan masyarakat lanjut usia (lansia) di Asia bergantung pada transfer uang dari keluarga, terutama anak, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Laporan bertajuk Aging Well in Asia memaparkan 40% lansia di Asia Pasifik yang berusia di atas 60 tahun tidak memiliki akses terhadap dana pensiun.

Sebagian besar lansia yang tidak memiliki dana pensiun adalah perempuan. 

Kondisi ini memaksa banyak lansia tetap bekerja meski sudah memasuki masa pensiun atau sepenuhnya bergantung pada anak mereka.

Menurut riset yang dirilis pada Mei 2024, Laos mencatatkan angka ketergantungan hidup lansia tertinggi di Asia. Di negara ini 71,8% dari total jumlah lansia bergantung pada anak. 

Kamboja menempati urutan kedua dengan 61,5%, diikuti Indonesia (50%).

Fenomena ini menyebabkan banyak anak muda di Asia menjadi bagian dari generasi sandwich.

Mereka harus menanggung beban finansial orang tua sekaligus membiayai kehidupan anak mereka. Kondisi ini menyulitkan mereka untuk mencapai kebebasan finansial.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Melihat situasi ini, penting bagi generasi muda untuk belajar dari pengalaman generasi sebelumnya dan mempersiapkan dana pensiun sejak dini. 

Berikut beberapa alasan pentingnya memiliki dana pensiun, menurut laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK):


1. Masa pensiun mandiri

Pada masa pensiun, penghasilan cenderung menurun sementara kebutuhan tetap berjalan. 

Dana pensiun sangat penting untuk membantu membiayai kebutuhan sehari-hari. 

Beberapa pengeluaran mungkin bisa dikurangi, seperti biaya transportasi karena mobilitas berkurang, tetapi kebutuhan dasar lainnya tetap harus dipenuhi.

2. Menghindari jebakan sandwich generation

Generasi sandwich adalah generasi yang harus menanggung biaya hidup anak dan orang tua secara bersamaan. 

Untuk mencegah anak atau cucu menjadi generasi sandwich, penting menyiapkan dana pensiun sehingga mereka tidak perlu menanggung beban finansial orang tua di masa depan.

3. Sebagai modal usaha

Dana pensiun juga dapat digunakan sebagai modal usaha baru. Memulai usaha saat pensiun bisa menjadi tumpuan finansial baru, tetapi akan lebih baik jika rencana usaha telah dipikirkan jauh sebelum masa pensiun tiba. 

Perencanaan matang akan mempermudah proses memulai usaha, terutama jika bidang usaha berkaitan dengan pekerjaan sebelumnya.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Kondisi lansia di Asia yang bergantung pada bantuan anak mereka menunjukkan betapa pentingnya memiliki persiapan finansial untuk masa pensiun. 

Memiliki dana pensiun tidak hanya membantu lansia hidup mandiri, tetapi juga mencegah generasi berikutnya terjebak dalam tekanan finansial yang berat.

*Ilustrasi - Separuh lansia Indonesia bergantung dari transfer keluarga.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026