
Geriatri.id - Demensia adalah istilah umum yang menggambarkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, atau membuat keputusan yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kondisi ini bukan bagian dari proses penuaan alami, karena banyak lansia tidak mengalami gejalanya.
Apa gejala demensia pada lansia dan bagaimana cara mengatasinya?
Gejala demensia pada lansia
Gejala demensia dapat bervariasi pada setiap individu. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa masalah umum yang sering dialami penderita demensia.
- Masalah dengan ingatan
Penderita demensia kerap lupa informasi yang baru saja dipelajari.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
- Kesulitan konsentrasi
Penderita demensia mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi.
- Kesulitan berkomunikasi
Penderita demensia kesulitan menemukan kata yang tepat atau mengikuti percakapan.
- Masalah dalam penalaran dan pengambilan keputusan
Penderita demensia mengalami kesulitan dalam membuat keputusan yang tepat dan menyelesaikan masalah.
- Kemampuan visual terganggu
Penderita demensia mengalami masalah dengan kemampuan visual yang tidak berkaitan dengan pertambahan usia.
Selain itu, beberapa perilaku ini bisa menjadi tanda demensia antara lain:
- Sering tersesat di lingkungan yang sudah dikenal
Tidak dapat mengenali tempat yang seharusnya sudah dikenal.
- Menggunakan istilah tidak umum
Menggambarkan benda yang biasa dengan istilah tidak biasa.
- Melupakan nama kerabat dan teman dekat
Sering lupa nama orang-orang yang dikenal baik.
- Lupa pengalaman masa lalu
Tidak ingat kejadian atau pengalaman penting di masa lalu.
- Kesulitan menyelesaikan pekerjaan harian
Tidak mampu menyelesaikan tugas harian secara mandiri.
Seiring berjalannya waktu, gejala-gejala tersebut akan semakin parah. Pada stadium akhir, penderita akan kehilangan kemampuan untuk merawat diri dan berkomunikasi.
Cara mengatasi demensia
Demensia tidak bisa disembuhkan, tetapi ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala dan memperlambat progres penyakit.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan pengasuh atau keluarga dikutip dari Mayo Clinic, :
- Komunikasi yang efektif
Menggunakan kalimat sederhana, gestur tubuh, dan tidak mendesak respons dari penderita.
- Dorong berolahraga
Olahraga terbukti bermanfaat untuk memperlambat penurunan kemampuan otak.
- Aktivitas menyenangkan
Lakukan kegiatan seperti berkebun, memasak, dan bernyanyi bersama penderita demensia.
- Pola hidup sehat
Kurangi konsumsi kafein dan hindari penggunaan alat elektronik sebelum tidur.
- Gunakan kalender
Menggunakan kalender sebagai pengingat acara penting dan kegiatan sehari-hari.
- Libatkan dalam perencanaan
Mengajak penderita untuk merencanakan kegiatan masa depan, termasuk perawatan medis.
Selain itu, perawatan medis yang melibatkan pemberian obat dan terapi bisa mencegah kondisi demensia bertambah parah.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Memahami gejala demensia pada lansia sangat penting agar penderita dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat sebelum kondisinya memburuk.
Dukungan keluarga dan pengasuh sangat berperan dalam memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi penderita demensia.***
*Ilustrasi - Mengenali gejala dan cara mengatasi demensia pada lansia.(Pixabay)
Untuk mendapatkan informasi lengkap seputar demensia KLIK DISINI
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri