Tetap Semangat di Usia Senja: Kisah Rumiah dan Bantuan Permakanan Lansia 


Berita Lansia - Di sebuah desa kecil bernama Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, hidup seorang wanita tua bernama Rumiah yang telah berusia 90 tahun. 

2024-07-29 22:05:06

Geriatri.id - Di sebuah desa kecil bernama Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, hidup seorang wanita tua bernama Rumiah yang telah berusia 90 tahun. 

Rumiah menjalani masa senjanya dengan kesendirian. Anak-anaknya menjalani hidup masing-masing di berbagai kota. 

Meski dua di antaranya masih tinggal di desa yang sama, mereka juga sudah tergolong lansia dan tidak seatap dengan Rumiah.

Usia senja membuat warga RW 04 itu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, termasuk dalam hal pemenuhan makanan. 

Dalam situasi ini, program bantuan permakanan bagi lansia yang diinisiasi Menteri Sosial Tri Rismaharini, menjadi sebuah berkah bagi Rumiah.

“Makanannya terasa enak kalau kondisi badan sedang enak. Tetapi kalau badan lagi tidak enak, makanan tidak terasa enak. Saya senang sudah dikasih makan. Terima kasih, semoga semuanya selalu selamat,” ujarnya dikutip laman Dinsos Aceh, Sabtu 27 Juli 2024.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes menunjukkan, pada tahun 2020 jumlah lansia di wilayah itu sebanyak 225.754 jiwa atau sekitar 12,45% dari total penduduk. 

Sementara data Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes tahun 2022 mengungkapkan terdapat 417 lansia terlantar.

Kementerian Sosial telah mengalokasikan anggaran Rp787.661.312.000 untuk program permakanan lansia dan disabilitas pada tahun anggaran 2023. Program ini menyasar 100.000 lansia dan 33.774 disabilitas. 

Untuk Kabupaten Brebes, program ini menyasar 1.096 penerima manfaat, dengan 48 di antaranya berada di Kecamatan Losari.

Penyediaan makanan dilakukan kelompok masyarakat setempat. Juaheriyah, anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jaya Bersama dari Kecamatan Losari, mengaku senang bisa terlibat dalam program ini. 

Setiap hari, dia bersama rekan-rekannya memasak untuk para lansia dan memberikan sedikit keringanan bagi keluarga mereka.

“Senang bisa memberikan makan orang-orang jompo, setidaknya bisa membantu mengurangi beban anak-anak mereka dan membuat saya punya aktivitas setiap hari, jadi tidak menganggur,” kata Juaheriyah, yang tinggal di Desa Kecipir. 


Dia mendapat dukungan penuh dari suaminya, yang mengantar setiap pagi pukul lima ke Sekretariat Pokmas.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Bagi Muhammad Rizky, seorang kurir bantuan permakanan lansia, pekerjaannya lebih dari sekadar pekerjaan. 

Selain merasa bahagia dapat membantu, pekerjaan ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif. Dengan upah Rp2.000 per penerima manfaat, Rizky merasa bersyukur dan menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan.

Bantuan permakanan yang diberikan kepada lansia terdiri dari nasi atau sejenisnya, lauk pauk, sayur, buah potong, dan air mineral.

Bantuan ini diantarkan dua kali sehari dalam satu kali pengantaran. 

Selain memberikan manfaat fisik, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat hidup para lansia.

Camat Losari, Mohammad Faizin mengajak seluruh keluarga penerima manfaat untuk mendukung program ini. 

"Kita harus bersyukur masih diperhatikan oleh pemerintah pusat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan menjaga asupan makanan para lansia. Semoga ini menjadi amal saleh dan bakti kita semua," kata Faizin.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kisah Rumiah dan para lansia lainnya di Brebes menggambarkan betapa pentingnya kepedulian sosial dan program pemerintah dalam menjaga kesejahteraan lansia. 

Perhatian dan dukungan seperti ini memberikan arti tak ternilai bagi lansia, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjaga martabat dan kesejahteraan mereka.***

*Rumiah (90) menjalani masa senjanya dengan kesendirian.(Foto:Dinsos Brebes)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026