Belajar dari Kasus Kanker Otak Sang Vokalis Roxette


Berita Lansia - Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan adanya kabar duka dari musisi asal Swedia yang tenar di era 90-an. Marie Fredriksson, vokalis duo pop-rock Roxette, meninggal dunia di usia yang ke-61 tahun.

2019-12-14 07:23:37

Geriatri.id - Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan adanya kabar duka dari musisi asal Swedia yang tenar di era 90-an. Marie Fredriksson, vokalis duo pop-rock Roxette, meninggal dunia di usia yang ke-61 tahun.

Selama 17 tahun, ia  berjuang melawan kanker otak yang dideritanya.

Bersama Per Gessle, Fredriksson membentuk Roxette pada 1986. Grup ini sempat hits dan menjadi ikon dengan lagu-lagu mereka yang easy listening.

Pada 2002, Fredriksson mengalami kejang-kejang. Hasil pemeriksaan menunjukkan ia mengalami kanker otak dan harapan hidupnya hanya  25 persen. 

Akan tetapi, semangatnya tak pudar. Ia pun menjalani prosedur pengobatan operasi, kemoterapi dan radiasi. Meski sempat membaik, kondisi kesehatan kembali menurun.

Kanker otak telah mengganggu kemampuan melihat pada mata kanannya. Bahkan, kemampuan bicaranya pun ikut terganggu.

Kenali Gejalanya

Kita tentu perlu mewaspadai karena kanker bisa dialami siapapun. Lalu, apa saja ciri atau gejala kanker otak ini?

1. Kejang

Kejang terjadi karena sel saraf otak tak mampu bekerja dengan baik yang diakibatkan oleh tumor.  

Gejala kejang seperti tubuh tersentak, gerakan refleks yang kaku dan tak terkendali. Bahkan, bisa juga berupa kondisi kaku di sekujur tubuh. Termasuk kejang pula bila terjadi perubahan pada indera penglihatan, penciuman atau pendengaran. Jadi, waspadai bila Anda mengalami gejala kejang.

2. Sakit kepala

Sakit kepala yang terjadi karena kaner otak biasanya tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus.

Pasalnya, tumor menekan pembuluh darah atau sel saraf di kepala. Tingkat keparahan sakit kepala tentu bervariasi tergantung tumornya.

3. Lemas, mati rasa dan kesemutan


Tumor ganas yang ada di bagian otak memengaruhi fungsi gerak dan sumsum tulang belakang sehingga penderita mengalami lemas, mati rasa atau kesemutan.

4. Menurunnya kemampuan melihat

Tumor ganas bisa mengganggu saraf mata sehingga penderita kehilangan kemampuan melihat.

5. Kehilangan keseimbangan

Tumor ganas juga mengganggu koordinasi tubuh dan fungsi motoric sehingga penderita mengalami kehilangan keseimbangan tubuh.

Pilihan Terapi Kanker

Kanker paling sering didiagnosis pada orang berusia 65 tahun ke atas. Jumlah pasien yang lebih tua dengan kanker akan meningkat di masa depan sebagai akibat dari peningkatan harapan hidup populasi.

Adapun insiden tumor otak ganas atau jinak telah meningkat pada populasi lansia selama beberapa dekade terakhir. Bahkan, insiden tumor otak primer paling tinggi pada pasien usia lanjut.

Perawatan saat ini yang dilakukan termasuk di antaranya pembedahan, radioterapi dan kemoterapi.

Namun, perawatan radiasi yang agresif pada pasien lansia mungkin terkait dengan risiko toksisitas neurologis yang tinggi dan penurunan kualitas hidup.

Karena itu, penilaian status klinis yang cermat adalah wajib, baik untuk pengambilan keputusan klinis dan untuk mengevaluasi secara optimal kombinasi dari radioterapi dan kemoterapi.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Beberapa studi telah menunjukkan keefektifan dan keamanan kemoterapi untuk pasien dengan glioblastoma atau limfoma.

Namun, penggunaan radioterapi yang diberikan sehubungan dengan kemoterapi tetap merupakan pilihan pengobatan yang efektif agar pasien tetap bertahap hidup.

Teknik stereotactic juga semakin banyak digunakan untuk perawatan pasien dengan metastasis otak dan tumor jinak.

Upaya radioterapi yang diberikan atau berupa kombinasi dengan terapi sistemik adalah landasan dari manajemen multidisiplin tumor otak dan tetap menjadi pilihan untuk pasien usia lanjut.

Kemajuan dalam perencanaan radiasi dan pemberian dosis telah meningkatkan keamanan dan kemanjuran radioterapi.

Nah, bila Anda atau keluarga mengalami gejala yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut.***

Hilman/foto:  freepik.com

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20461477

https://ro-journal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13014-017-0841-9

https://www.cancer.net/cancer-types/brain-tumor/symptoms-and-signs

Video Lansia:

 

 

lansia,geriatri,gerontologi,lanjut usia,tumor,tumor otak,kanker,kanker otak,roxette,marie fredriksson,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026