
Geriatri.id - Demensia adalah suatu kondisi yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif yang lebih parah dari yang diharapkan dari penuaan normal. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan membuat keputusan.
Demensia bukanlah penyakit tunggal, melainkan istilah umum yang mencakup berbagai gangguan yang mempengaruhi otak. Salah satu bentuk demensia yang paling umum adalah penyakit Alzheimer, yang menyebabkan hilangnya sel-sel otak secara bertahap.
Penyakit ini berkembang perlahan-lahan, dimulai dengan masalah ingatan yang ringan dan berlanjut hingga kesulitan yang parah dalam berkomunikasi, berfungsi dalam kehidupan sehari-hari, dan mengenali orang-orang terdekat.
Faktor risiko demensia termasuk usia tua, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
Baca juga: Tanya Ahli: Menu untuk Lansia dengan Gangguan Pencernaan dan Gigi Ompong
Keluarga memiliki peran besar untuk membantu mencegah progresifitas demensia pada lansia. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari oleh keluarga untuk membantu pasien demensia membuka kembali memori-memori yang terlupakan.
Dokter Spesialis Neurologi, dr. Sa'diah,Sp.N menjawab pertanyaan terkait cara sederhana yang bisa dilakukan keluarga untuk membantu pasien demensia mengingat kembali sejumlah kenangannya.
Pertanyaannya: Apakah mengajak lansia penderita demensia untuk bernostalgia baik memalui mendengarkan musik, melihat foto masa lalu atau napak tilas ke tempat-tempat kenangan bisa membantu untuk memulihkan ingatan mereka?
"Jadi memang untuk pasien penderita demensia itu penting bagi keluarga untuk melakukan simulasi seperti bernostalgia, melihat foto, atau diajak ke tempat-tempat yang penderita suka," jelasnya saat menjadi narasumber di Live Streaming Lansia Online yang tayang di YouTube Geriatri TV.
Namun, dr. Sa'diah menjelaskan bahwa simulasi seperti napak tilas atau bernostalgia tidak serta merta bisa memulihkan seratus persen ingatan penderita.
Baca juga: Tanya Ahli: Cara Mengatasi Lansia yang Kehilangan Selera Makan
"Tapi memang bukan untuk memulihkan 100 persen ingatan dari penderita, tapi untuk mencegah progresifitas dari penyakitnya jadi seandainya pun menurun tapi gak cepat," jelasnya.
"Jadi menjaga memori yang sudah ada agar gak memberat," tutupnya.
Diagnosis dini demensia sangat penting karena dapat membantu individu dan keluarganya mempersiapkan diri untuk perubahan yang akan datang dan mengakses perawatan yang tepat. Perawatan demensia meliputi pengobatan untuk mengendalikan gejala, terapi kognitif, dan dukungan sosial.
Bagi mereka yang hidup dengan demensia dan keluarga mereka, dukungan emosional dan informasi yang memadai adalah kunci untuk menghadapi tantangan yang ada. Dengan pemahaman yang lebih baik dan perhatian yang penuh kasih, kita bisa membantu mereka menjalani hidup dengan lebih baik dan bermakna.
*Ilustrasi: Nostalgia penting bagi pasien demensia. (Pixabay)
Selengkapnya di Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri