Kenali Perbedaan Hepatitis B Akut dan Kronis 


Berita Lansia - Infeksi hepatitis B bisa bersifat jangka pendek (akut) atau jangka panjang (kronis). Umumnya infeksi hepatitis B akut berlangsung kurang dari 6 bulan.

2024-07-23 20:34:00

Geriatri.id - Hepatitis B adalah infeksi hati akut yang disebabkan virus hepatitis B (HBV). Pada beberapa kasus, infeksi hepatitis B menjadi kronis. Penderita hepatitis B kronis memiliki risiko tinggi terkena gagal hati, kanker hati, atau sirosis. 

Sebagian besar penderita hepatitis B di usia dewasa bisa sembuh total, meski pertanda dan gejalanya parah. 

Namun, bayi dan anak-anak memiliki kemungkinan yang lebih besar terkena infeksi hepatitis B kronis. 

Meski vaksin bisa mencegah hepatitis B, penyakit ini tidak ada obatnya sehingga pencegahan sangat penting.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Perbedaan hepatitis B akut dan kronis 

Infeksi hepatitis B bisa bersifat jangka pendek (akut) atau jangka panjang (kronis). Umumnya infeksi hepatitis B akut berlangsung kurang dari 6 bulan. 

Sistem kekebalan tubuh bisa menyembuhkan hepatitis B dengan sendirinya dan penderita bisa sembuh dalam beberapa bulan. 

Kebanyakan orang dewasa yang tertular biasanya terkena hepatitis B akut, meski bisa saja berkembang menjadi kronis. 

Infeksi hepatitis B kronis berlangsung lebih dari 6 bulan. Ini berarti, sistem kekebalan tubuh penderitanya tidak bisa melawan infeksi akut. 

Infeksi yang bersifat kronis bisa bertahan sepanjang hidup dan bahkan berisiko berkembang menjadi penyakit kronis seperti sirosis dan kanker hati. 

Semakin muda umur seseorang terkena hepatitis B, terutama bayi dan anak berusia kurang dari 5 tahun, semakin tinggi risiko infeksinya menjadi kronis. 

Infeksi hepatitis B kronis bisa tak terdeteksi selama puluhan tahun sampai penderitanya mengalami sakit hati serius.


Gejala hepatitis B, mulai dari ringan hingga parah, biasanya mulai terlihat sekitar 1-4 bulan setelah penderita terinfeksi. 

Gejalanya antara lain rasa sakit di daerah abdomen, urin berwarna gelap, demam, nyeri sendi, kehilangan selera makan, mual dan muntah, lemah dan lelah serta kulit dan mata berwarna kekuningan. 

Komplikasi hepatitis B

Infeksi hepatitis B kronis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius seperti: 

- Sirosis

Peradangan hati akibat infeksi hepatitis B bisa menyebabkan sirosis dan merusak fungsi hati.

- Kanker hati

Orang yang terinfeksi hepatitis B kronis berrisiko tinggi terkena kanker hati.

- Gagal hati

Gagal hati akut adalah kondisi dimana fungsi vital hati berhenti secara total. 

Jika kondisi ini terjadi, penderita membutuhkan transplantasi hati untuk menopang hidupnya.

- Kondisi lain

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Orang terinfeksi hepatitis B kronis dapat terkena penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, atau anemia.

Hepatitis B adalah infeksi serius yang dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan hati. Bagi mereka yang sudah terinfeksi, pemantauan medis ketat dan pengobatan tepat sangat diperlukan untuk mengelola kondisi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.***

Sumber: RSUD Ciawi

*Ilustrasi - Kenali perbedaan hepatitis B akut dan kronis.(Pixabay) 

Video Senior Podcast 


ARTIKEL LAINNYA

Tetap Bergerak di Hari Kurban, Sehat Jalan Terus

Selamat Idul Adha, Mari Saling Berbagi

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026