Belajar dari Cina dalam Menangani Perawatan Lansia di Pedesaan


Berita Lansia - Pemerintah telah mengeluarkan pedoman tingkat nasional pertama yang secara khusus menangani kebutuhan perawatan lansia di daerah pedesaan.  

2024-07-22 23:25:16

Geriatri.id - Tiongkok tengah bergulat dengan populasi penduduk yang menua dengan cepat. Pemerintah telah mengeluarkan pedoman tingkat nasional pertama yang secara khusus menangani kebutuhan perawatan lansia di daerah pedesaan.  

Pedoman yang dikeluarkan Kementerian Urusan Sipil dan 21 departemen lain dirilis di situs web kementerian pada 13 Juni 2024.

Pedoman ini mengedepankan serangkaian langkah untuk meningkatkan perawatan bagi lansia di pedesaan yang diyakini lebih rentan dibanding perkotaan.

Untuk mendukung perawatan lansia di pedesaan membutuhkan partisipasi bersama dari pemerintah, desa, organisasi nirlaba, perusahaan dan lembaga keuangan.

Seorang pejabat kementerian mengatakan sebagai salah satu negara dengan penuaan tercepat di dunia, Tiongkok menghadapi situasi lebih mendesak di pedesaan dibandingkan di kota.

Menurut sensus penduduk nasional VII yang dilakukan tahun 2020, lebih dari 120 juta orang berusia 60 tahun ke atas tinggal di pedesaan, atau 23,81 persen dari populasi pedesaan di negara itu. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Angka ini sekitar 8 poin persentase lebih tinggi dibandingkan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di perkotaan.

Banyaknya desa dengan sebagian besar orang lansia usia karena generasi muda mencari pekerjaan dan tinggal di wilayah lain.

Sementara pekerja migran yang sudah pensiun kembali ke kampung halaman mereka di pedesaan.

Dibanding penduduk perkotaan, penduduk lansia di pedesaan memiliki pendapatan lebih rendah sehingga kurang mampu membiayai perawatan mereka. 

Institut Sosiologi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Tiongkok telah melakukan penelitian di pedesaan Jinjiang, Provinsi Fujian.


Dalam sebuah laporan yang diterbitkan China Society News, sebagian besar penduduk lansia di pedesaan hidup sendirian.

Selain itu, beban merawat pasangan lansia dan penyandang disabilitas di pedesaan, serta ketidakmampuan membiayai perawatan di fasilitas kesehatan menjadi “masalah menonjol”.

Untuk menjawab tantangan itu, pedoman ini menginstruksikan pihak terkait untuk meningkatkan jaringan perawatan lansia di tiga tingkat bagi penduduk pedesaan yaitu kabupaten, kota kecil dan desa.

Pada tahun 2025, setiap daerah harus memiliki setidaknya satu fasilitas kesehatan (faskes) tingkat daerah. Faskes ini menawarkan perawatan kepada “lansia yang menjalani kehidupan sangat sulit”, terutama penyandang disabilitas.

Lansia dengan kategori ini adalah individu paling rentan yang membutuhkan dukungan pemerintah. Kategori ini termasuk lansia tidak dapat bekerja, tidak memiliki sumber pendapatan, dan tidak memiliki siapa pun yang diwajibkan secara hukum untuk dan mampu menafkahi mereka.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Pedoman itu mendukung fasilitas keperawatan tingkat kabupaten dalam mendirikan bangsal khusus bagi penyandang disabilitas atau mereka yang memiliki gangguan kognitif, dan mendorong untuk meningkatkan jumlah tempat tidur perawatan.

Di tingkat kota, pedoman itu menyerukan transformasi fasilitas perawatan bagi lansia kurang mampu menjadi “pusat layanan perawatan lansia regional” yang menyediakan serangkaian layanan, termasuk penitipan anak dan perawatan di rumah.

Di tingkat desa, pedoman itu menyebutkan desa harus membangun lebih banyak fasilitas layanan termasuk makanan dan rekreasi. 

Pedoman ini juga mendorong asosiasi lokal membantu menjalankan tugas warga desa lansia, membawa mereka ke rumah sakit dan melakukan kunjungan rumah untuk memeriksakan kondisi mereka.

Lu Jiehua, seorang profesor di Departemen Sosiologi Universitas Peking, mengatakan pedoman itu merupakan "tonggak sejarah" dalam menangani "kesenjangan yang semakin lebar" dalam perawatan lansia di daerah pedesaan dan perkotaan.


Lu meyakini perawatan lansia di pedesaan memerlukan upaya baik dari pemerintah maupun entitas pasar untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Liu Nina, seorang profesor di North China Electric Power University, mengatakan salah satu hal penting dari pedoman itu adalah rekomendasinya terhadap entitas berbasis desa seperti rumah kebahagiaan.

Liu menyarankan pemerintah fokus pada jaminan tersedianya layanan dasar, sementara sektor swasta mungkin kurang termotivasi untuk menawarkan layanan lebih beragam kepada penduduk pedesaan karena daya belinya relatif rendah. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Layanan berbasis desa memerlukan pendanaan bersama dari desa, pemerintah dan entitas lain, seperti organisasi nirlaba untuk memastikan keterjangkauan dan keberlanjutannya.

Layanan ini terbukti lebih murah untuk memenuhi kebutuhan lansia di pedesaan.***

Sumber: chinadaily.com.cn

*Ilustrasi - Suasana di daerah pedesaan.(Pixabay)

Video Podcast Lansia


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026