Lansia di Negara Ini Dihantui Ketakutan Meninggal dalam Kesendirian


Berita Lansia - Jumlah orang lanjut usia (lansia) di Jepang yang meninggal dunia di rumah sendirian diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya populasi kelompok tersebut.

2024-07-20 12:09:56

Geriatri.id - Beberapa hari lalu, masyarakat dikejutkan dengan pasangan suami istri lanjut usia (pasutri lansia) yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di Jepang, saat ini banyak lansia dihantui ketakutan akan meninggal dalam kesendirian (kodokushi).

Diperkirakan, jumlah lansia di Jepang yang meninggal dunia di rumah sendirian diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya populasi kelompok senior.

Diperkirakan 68 ribu lansia di Jepang akan meninggal dalam kesendirian.

"Sesekali kami saling menyapa, hanya itu saja. Jika salah satu tetangga saya meninggal, saya tidak yakin akan menyadarinya," ujar Noriko Shikama (76) kepada The Guardian.

Pada periode tiga bulan pertama tahun 2024, hampir 22.000 orang Jepang meninggal di rumah sendirian. 

Laporan terbaru Badan Kepolisian Nasional menyebut sekitar 80 persen dari mereka berusia 65 tahun atau lebih. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Badan tersebut memperkirakan kasus kematian dalam kesendirian akan mencapai 68.000 pada akhir tahun ini. 

Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencatat sekitar 27.000 kasus.

Populasi Jepang yang terus menua menyebabkan lebih banyak orang menghabiskan akhir hidup mereka dalam isolasi di rumah. 

Pada tahun 2020, jumlah orang berusia di atas 65 tahun di Jepang yang hidup sendiri mencapai 7,38 juta jiwa. 

Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Jaminan Sosial memperkirakan angka ini akan meningkat menjadi hampir 11 juta pada 2050.

Menurut sensus 2020, rumah tangga satu orang menyumbang hampir 38 persen dari total rumah tangga. Persentase ini naik 13,3 persen dari survei pada lima tahun sebelumnya.

"Mulai sekarang kemungkinan kematian sendirian di masyarakat akan meningkat. Penting bagi kami mengatasinya," kata Menteri Kesehatan, Keizo Takemi, Juni lalu.


Kohama, seorang lansia yang tidak memiliki anak, mengungkapkan kekhawatirannya dengan kematian dalam kesendirian. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Sejak anjing yang telah dipeliharanya selama 18 tahun mati tahun lalu, dia membatasi hubungannya dengan dunia luar.

"Bohong jika saya mengatakan tidak khawatir dengan kematian dalam kesendirian. Tapi kita tidak punya kendali kapan dan bagaimana kita mati. Itu terserah Tuhan," katanya.

Masataka Nakagawa adalah seorang peneliti senior dari Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Jaminan Sosial yang dikelola pemerintah.

Dia mengungkapkan tiga penyebab utama tingginya jumlah kematian kesepian, di Jepang. 

Pertama, menurunnya angka kelahiran karena penduduk mulai enggan menikah. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kedua, keluarga yang tidak lagi tinggal bersama. Umumnya seorang anak bekerja dan tinggal di kota besar. 

"Faktor ketiga harapan hidup rata-rata yang lebih lama, yang menyebabkan setengah dari pasangan lanjut usia - biasanya wanita - hidup sendiri," tandasnya.***

*Ilustrasi - Lansia Jepang.(Pixabay) 

Video Senior Podcast 


ARTIKEL LAINNYA

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

AI Mulai Masuk ke Dunia Perawatan Lansia di Rumah

Cara Pakai Balsem yang Baik untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026