
Geriatri.id - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) peserta Belajar Bersama Komunitas (BBK) 4 di Desa Nglambangan Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun menggagas program SI MANIS atau Strategi Manajemen Penyakit Kencing Manis.
Kencing manis atau diabetes melitus menjadi masalah kesehatan pada masyarakat lanjut usia (Lansia).
Bahkan International Diabetes Forum (IDF) memprediksi akan ada 28,6 juta kasus diabetes di Indonesia pada 2045.
Diabetes melitus bisa memicu komplikasi seperti tekanan darah tinggi, kerusakan pada ginjal, kerusakan pada mata, dan lain-lain.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Program SI MANIS telah berlangsung di Balai Desa Nglambangan pada Rabu 17 Juli 2024.
Menurut Maula Monafida, upaya ini menjadi cara untuk meningkatkan pemahaman lansia terhadap manajemen diabetes melitus.
“Diabetes melitus ini butuh pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan berbagai komplikasi. Butuh pemahaman yang baik dan peran keluarga untuk mencegah komplikasi terjadi,” ujarnya dikutip dari laman unair.ac.id.
Sebanyak 70 lansia mengikuti kegiatan ini. Mereka diberikan edukasi berupa senam diabetes melitus dan cara mengelola kesehatan yang baik.
Tak hanya itu, lansia mendapat kesempatan untuk memeriksakan kesehatan mereka secara gratis.
“Kami memberikan edukasi berupa tanda dan gejala diabetes melitus, pengelolaan kesehatan bagi penderita diabetes melitus, edukasi, serta periksa kesehatan secara gratis,” terangnya.
Table Planner sebagai Inovasi
Program ini bekerja sama dengan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) dan Puskesmas setempat. Maulana mengungkapkan ada hal unik pada program ini, yaitu inovasi berupa table planner untuk memudahkan para lansia.
“Dengan table planner ini tersedia rekomendasi makanan dan aktivitas fisik bagi penderita diabetes melitus. Table planner ini dapat lansia gunakan dalam upaya untuk mengelola kadar gula darah tetap stabil,” ungkapnya.
Lansia yang datang antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tak segan untuk melontarkan pertanyaan saat pemberian edukasi berlangsung.
Beberapa dari mereka bahkan berbagi pengalamannya dalam menghadapi diabetes melitus.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Maula berharap lansia dapat menerapkan edukasi yang telah diberikan. Dia optimistis lansia dapat mencegah komplikasi.
“Semoga program ini dapat membantu penderita diabetes melitus dalam mengurangi risiko komplikasi. Semoga masyarakat yang bukan penderita diabetes melitus juga terhindar dari penyakit ini,” pungkasnya.***
*Ilustrasi - Pengecekan kadar gula darah.(Freepik)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri