Kembali
×
Terus Meningkat, Jumlah Lansia Indonesia Diperkirakan 50 Juta Jiwa pada 2045
15 Juli 2024 21:03 WIB

Geriatri.id - Indonesia saat ini sedang memasuki fase ageing population, dimana proporsi penduduk lanjut usia (lansia) semakin meningkat. 

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia pada 2023, sekitar 29 juta penduduk Indonesia atau hampir 12 persen masuk kategori lansia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat hingga 2045. 

Diperkirakan pada tahun 2045, jumlah lansia di Indonesia akan mencapai 20 persen dari populasi pemduduk atau sekitar 50 juta jiwa .

Dengan meningkatnya jumlah populasi lansia, Indonesia perlu berupaya menjaga agar mereka tetap sehat, aktif, dan bahagia. Salah satunya melalui skrining kesehatan.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Skrining kesehatan tersebut harus yang dilakukan secara maksimal, yaitu didukung oleh pengetahuan medis yang lebih baik. Salah satunya adalah apa yang disampaikan pada diseminasi hasil penelitian ini,” ujar Prof. Dante saat menghadiri Diseminasi Hasil Penelitian Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di IMERI FKUI, Jakarta, Kamis 11 Juli 2024.

Diseminasi hasil penelitian dengan tema “Longevity in Indonesian Population: Nutrition and Health Status, Dietary Intake, and Lifestyle Profile from Gili Iyang and Miduana Villages” ini merupakan studi tentang daerah di Indonesia dengan penduduk berusia lebih dari 100 tahun, tetapi masih berkegiatan secara aktif.

Dalam studi itu disebutkan empat pilar utama untuk menjaga keseimbangan hidup lansia. Keempat pilar itu adalah gaya hidup, lingkungan, nutrisi dan kesehatan serta faktor sosial-ekonomi.

Lokasi penelitian singkat selama enam bulan ini dilakukan di dua wilayah yaitu Dusun Miduanna, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan Pulau Gili Iyang, Madura, Jawa Timur. 


Kedua wilayah ini terkenal dan populer di media sosial karena memiliki populasi berusia panjang. Beberapa di antaranya bahkan berusia lebih dari 100 tahun dan masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari.

Menariknya, dua wilayah ini memiliki geografi dan cuaca yang sangat kontras. Dusun Miduana mewakili lingkungan sejuk, sedangkan Pulau Gili Iyang mewakili wilayah pesisir.

Meski memiliki perbedaan geografis, terdapat kesamaan dalam aspek gaya hidup, aktivitas fisik, psikologis, dan sosial-ekonomi lansia di kedua wilayah ini yang berkontribusi pada umur panjang sehat dan aktif.

Prof. Dante Saksono mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penelitian ini. 

Menurut dia, penelitian ini dapat menambah wawasan tentang kesehatan lanjut usia, terutama bagaimana meningkatkan kualitas hidup hingga usia lanjut.

“Hasil penelitian yang diseminasikan hari ini akan sangat bermanfaat bagi kami dan akan mendukung kami dalam memformulasikan kebijakan untuk mewujudkan Lansia Indonesia yang tidak hanya panjang umurnya, namun menjadi Lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif,” kata Dante.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi lansia yang berusia lebih dari 90 tahun tetapi tetap aktif.

Dengan demikian, hal ini dapat menjadi contoh potensial untuk masa depan yang memberikan gambaran bahwa proses penuaan sehat bukan sekadar keniscayaan.***

*Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono.(Foto:Kemenkes)

Video Lansia Online

Artikel Lainnya
Artikel
02 Februari 2026 10:09 WIB
Artikel
02 Februari 2026 07:10 WIB
Artikel
31 Januari 2026 08:23 WIB
Tags
lansia
lansia indonesia
berita lansia
data lansia indonesia
geriatri
lansia sehat
lansia bahagia