Hari Keluarga Nasional: Enaknya Ngapain Ya?


Momen seperti ini sering dianggap sepele, padahal bagi lansia, duduk bersama dalam satu meja adalah tanda bahwa mereka masih menjadi bagian penting dalam keluarga.

2026-06-29T11:13

GERIATRI.CO.ID - Tanggal 29 Juni sering kita dengar sebagai Hari Keluarga Nasional. Tapi jujur saja, banyak dari kita yang mungkin bertanya: “Sebenarnya, enaknya ngapain ya?”

Berikut beberapa ide yang bisa dilakukan, tanpa harus mahal atau ribet, tapi tetap bermakna.

1. Pulang, atau Minimal Menyapa

Kalau memungkinkan, pulanglah ke rumah orang tua. Tapi jika jarak tidak memungkinkan, telepon atau video call pun sudah sangat berarti.

Bagi lansia, sapaan sederhana seperti “Apa kabar hari ini?” bisa terasa sangat hangat. Mereka tidak selalu butuh solusi—kadang hanya ingin didengar.

2. Makan Bersama Tanpa Gangguan

Coba sekali saja makan bersama tanpa ponsel, tanpa televisi. Fokus pada kebersamaan.

Momen seperti ini sering dianggap sepele, padahal bagi lansia, duduk bersama dalam satu meja adalah tanda bahwa mereka masih menjadi bagian penting dalam keluarga.

3. Dengarkan Cerita Lama

Lansia adalah “arsip hidup” keluarga. Mereka menyimpan banyak cerita—tentang masa muda, perjuangan, hingga pengalaman hidup yang tidak tergantikan.

Luangkan waktu untuk bertanya dan mendengarkan. Bukan hanya membuat mereka bahagia, tetapi juga memperkaya kita sebagai generasi berikutnya.

4. Lakukan Aktivitas Ringan Bersama

Tidak perlu aktivitas besar. Misalnya jalan santai pagi atau sore, duduk bersama di teras, atau menonton acara favorit mereka. Yang penting bukan kegiatannya, tetapi kebersamaannya.

5. Ucapkan Hal yang Sering Ditunda

Ada kalimat-kalimat sederhana yang sering kita simpan:

“Terima kasih ya, Pak/Bu”
“Maaf kalau selama ini kurang perhatian”
“Aku sayang sama Bapak/Ibu”

Hari Keluarga bisa menjadi momen yang tepat untuk mengungkapkannya.

6. Libatkan Lansia dalam Percakapan

Jangan hanya berbicara di depan mereka—ajak mereka berbicara bersama.

Tanyakan pendapat mereka, libatkan dalam obrolan ringan. Hal ini membuat lansia merasa tetap dihargai dan dibutuhkan.

7. Abadikan Momen

Ambil foto bersama, atau rekam video singkat. Bukan untuk sekadar dokumentasi, tetapi sebagai kenangan.

Sering kali kita baru menyadari betapa berharganya momen kebersamaan… setelah momen itu lewat.

Hari Keluarga Nasional tidak harus dirayakan dengan acara besar. Justru, maknanya terletak pada hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus. Bagi lansia, kehadiran keluarga adalah “obat” yang tidak tertulis dalam resep dokter, tetapi sangat berpengaruh pada kesehatan emosional mereka.

Luangkan waktu. Hadir. Dengarkan. Dan jangan tunda untuk menunjukkan rasa sayang. Karena pada akhirnya, keluarga bukan tentang kesempurnaan—melainkan tentang kebersamaan yang terus dijaga. (a2s)

hari keluarga nasional 2026,hari keluarga nasional,komunikasi lansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Libur Sekolah, Momen Emas Mempererat Hubungan Lansia dan Cucu

Pelatih “Senior” di Pinggir Lapangan Piala Dunia 2026

Jembatan Kasih Sayang Antargenerasi, Saatnya Memeluk Kembali Lansia Kita

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026