8 Fakta Mengenai Hepatitis B yang Penting untuk Dipahami


Berita Lansia - Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan virus Hepatitis B (HBV). Salah satu fakta tentang penyakit ini adalah tidak menyebar melalui makanan.

2024-07-14 22:47:45

Geriatri.id -  Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan virus Hepatitis B (HBV). Salah satu fakta tentang penyakit ini adalah tidak menyebar melalui makanan, melainkan melalui cairan tubuh seperti darah dan air liur. 

Berikut 8 fakta mengenai Hepatitis B yang penting untuk dipahami:

1. Jenis Hepatitis bukan berdasarkan urutan tingkat keparahan

Banyak orang beranggapan jenis Hepatitis A hingga E dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya. 

Penamaan ini merujuk pada jenis virus penyebab hepatitis, bukan derajat keparahan penyakit. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Hepatitis A dan E umumnya bersifat akut, sedangkan hepatitis B dan C dapat menjadi kronis dan menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis atau kanker hati.

2. Tidak menyebar lewat makanan

Virus Hepatitis B tidak dapat menular melalui makanan atau kontak biasa. 

Penularan terjadi melalui darah atau cairan tubuh penderita, misalnya penggunaan jarum suntik bersama, atau transfusi darah terkontaminasi. 

3. Tidak semua penyakit kuning pasti Hepatitis B

Gejala kuning yang terlihat pada mata atau kulit, tidak selalu menunjukkan Hepatitis B. 

Penyakit kuning dapat disebabkan berbagai kondisi lain, seperti sirosis hati, kanker hati atau kelainan darah.

4. Tidak selalu menunjukkan gejala

Banyak penderita Hepatitis, terutama yang mengalami infeksi kronis, tidak menunjukkan gejala. 

Jika gejala muncul, bisa berupa hilangnya nafsu makan, mual, demam, atau nyeri otot. Karena itu, penting untuk melakukan skrining Hepatitis B, terutama bagi kelompok berisiko.

5. Bukan penyakit genetik


Hepatitis B tidak tergolong sebagai penyakit genetik. Penularan bisa terjadi dari ibu ke bayi, baik selama kehamilan maupun saat melahirkan. 

Bayi dari ibu penderita Hepatitis B perlu mendapatkan suntikan imunoglobulin dan vaksin Hepatitis B dalam 12 jam setelah lahir.

6. Tidak hanya menyerang orang dewasa

Penyakit ini dapat menyerang semua usia termasuk lansia. Infeksi akut pada anak memiliki risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi Hepatitis kronis, yang dapat berakibat fatal.

7. Lakukan pemeriksaan laboratorium meski belum muncul gejala

Pemeriksaan laboratorium penting untuk mendeteksi Hepatitis B, meski gejala belum muncul. Tes yang dianjurkan meliputi HbsAg, anti-Hbs, dan fungsi hati.

8. Orang dewasa juga dianjurkan vaksinasi

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Vaksin Hepatitis B sangat efektif dalam pencegahan dan dianjurkan untuk semua usia, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti pengguna obat suntik dan petugas kesehatan.

Dengan memahami fakta-fakta ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan terhadap Hepatitis B.***

Video Senior Podcast 


ARTIKEL LAINNYA

Tetap Bergerak di Hari Kurban, Sehat Jalan Terus

Selamat Idul Adha, Mari Saling Berbagi

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026