Tingkatkan Layanan, BPJS Kesehatan Luncurkan Inovasi Digital Face Recognition


Berita Lansia - BPJS Kesehatan meluncurkan inovasi terbaru Face Recognition BPJS Kesehatan (FRISTA) pada Senin 8 Juli 2024.

2024-07-09 22:27:28

Geriatri.id - BPJS Kesehatan meluncurkan inovasi terbaru Face Recognition BPJS Kesehatan (FRISTA) pada Senin 8 Juli 2024. Inovasi ini diharapkan akan memberikan penyegaran dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa FRISTA merupakan sistem identifikasi dan autentikasi menggunakan fitur wajah seseorang.

Implementasi teknologi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan JKN.

"Dengan teknologi ini, proses verifikasi identitas peserta akan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga mengurangi antrean dan meminimalisir kesalahan," ujar Ghufron.

Ada Operasi yang Tidak Ditangung BPJS Kesehatan, Cek Daftarnya

Ghufron menjelaskan FRISTA telah mendapatkan dukungan penuh melalui Addendum Kelima Perjanjian Kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri).

Perjanjian ini mengatur akses data kependudukan berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto wajah.

"Sistem face recognition yang digunakan dalam FRISTA memiliki kemampuan mengenali wajah baik pada foto, video, maupun secara real-time dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa layanan JKN hanya dapat diakses oleh peserta yang berhak, serta untuk mencegah penipuan identitas," terang Ghufron dikutip dari laman BPJS Kesehatan.

Dikatakan Ghufron, FRISTA memungkinkan penerapan identitas tunggal menggunakan KTP Elektronik sebagai alternatif Kartu JKN untuk verifikasi dan validasi eligibilitas peserta. 

Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan validitas data peserta sesuai dengan NIK pada KTP Elektronik, serta memanfaatkan data foto dari Dukcapil untuk validasi dalam sistem face recognition.

"Inovasi ini tidak hanya mempermudah proses verifikasi, tetapi juga meningkatkan pengalaman peserta dalam mengakses layanan kesehatan. FRISTA merupakan langkah konkret untuk layanan kesehatan yang lebih inklusif," katanya. 


Implementasi FRISTA akan diterapkan secara nasional dalam layanan JKN, memastikan semua peserta JKN di seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat dari teknologi canggih ini. 
Ghufron menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta JKN.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi menyambut baik inovasi FRISTA ini dan menekankan peningkatan keamanan yang dihasilkan dengan menggunakan face recognition.

"Inovasi ini akan mengurangi fraud di lapangan. BPJS Kesehatan telah mengakses data NIK sebanyak 14,9 miliar kali untuk memastikan keakuratan informasi," kata Teguh.

Teguh menekankan Dukcapil terus berupaya meningkatkan keamanan cyber dalam layanan publik, dengan deklarasi go digital dalam proses administrasi kependudukan, seperti penggunaan barcode sebagai pengganti tanda tangan basah.

Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN, Asih Eka Putri juga menyambut positif inovasi FRISTA sebagai respons BPJS Kesehatan terhadap perkembangan zaman yang semakin digital.

"FRISTA adalah bentuk konkret dalam pengendalian mutu layanan dan pengendalian biaya, serta pencegahan fraud dalam layanan kesehatan," kata Asih.

Menurut Asih, inovasi ini akan mempercepat layanan JKN. Ini sangat penting untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan akurat.

7 Alat Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Apa Saja?

Sementera Influencer Jovial da Lopez mengatakan FRISTA akan meningkatkan kepuasan peserta JKN dengan mempercepat pelayanan.

"Dengan adanya inovasi ini, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam menggunakan layanan JKN. Pemerintah hadir untuk memberikan jaminan kesehatan yang baik dan layanan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," kata Jovial.***

*Kartu BPJS Kesehatan.(Dok.Kebumenkab.go.id)

Untuk informasi lengkap seputar BPJS Kesehatan lainnya KLIK DISINI

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026