
Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) di Indonesia rentan terkena penyakit kulit berupa luka ulkus dekubitus. Apa itu ulkus dekubitus?
Ulkus dekubitus merupakan cedera atau luka terbuka pada kulit yang disebabkan adanya tekanan berkepanjangan di area tertentu.
Selain tekanan, ulkus dekubitus juga dapat terjadi akibat gaya gesek dan peregangan kulit, biasanya pada bagian tubuh dengan tonjolan tulang.
Tulang ekor, tumit, dan pinggang merupakan bagian tubuh yang berisiko tinggi mengalami ulkus dekubitus.
Selain itu siku, lutut, sendi pergelangan kaki, dan bagian belakang bahu juga rentan mengalami ulkus dekubitus.
Ulkus dekubitus terjadi karena adanya penekanan jaringan lunak yang mengakibatkan sumbatan pembuluh darah di bawah kulit. Sumbatan total maupun sebagian atau parsial dapat menyebabkan penyakit ini.
Gaya gesek dan peregangan kulit juga bisa membuat luka dengan menarik pembuluh darah yang memberikan suplai darah ke kulit, sehingga kulit tidak mendapat nutrisi cukup.
Gesekan berlebih juga dapat merusak lapisan terluar kulit. Kondisi kulit yang lembab akibat keringat di bagian tertentu juga dapat memperparah luka dengan membuat kulit lebih rentan serta merusak jaringan kulit.
Gejala ulkus dekubitus
Pada orang yang hanya berbaring di tempat tidur, biasanya akan terbentuk luka di belakang dan samping kepala, tulang belikat, pinggul, tulang ekor atau punggung bagian bawah, tumit, pergelangan kaki, dan bagian belakang lutut.
Berdasarkan tingkatan keparahannya, berikut karakteristik luka yang muncul pada penderita ulkus dekubitus:
Tingkat 1: perubahan warna pada daerah kulit tertentu, misalnya menjadi kemerahan atau kebiruan, disertai rasa sakit atau gatal pada area kulit tersebut.
Tingkat 2: luka lecet atau luka terbuka di area terdampak.
Tingkat 3: luka terbuka hingga beberapa lapisan kulit yang lebih dalam (ulkus kulit).
Tingkat 4: luka terbuka yang sangat dalam hingga mencapai otot dan tulang.
Kapan harus ke dokter?
Jika mulai muncul luka dekubitus tingkat pertama, segera konsultasikan ke dokter.
Dokter dan tim medis akan melakukan perawatan luka, sekaligus mengajarkan cara merawat luka kepada anggota keluarga dan orang yang merawat penderita.
Selama perawatan luka di rumah, segeralah berobat kembali ke dokter jika muncul tanda-tanda infeksi yang berupa demam, bengkak atau keluar nanah pada area luka.***
*Ilustrasi - Lansia terbaring di tempat tidur.(Pixabay)
Sumber:Kemenkes
Baca Juga:
Kenali 7 Kelainan Kulit yang Kerap Terjadi pada Lansia
Tanya Dokter: Kenapa Muncul Bentol Merah di Kulit Lansia?
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri