
Geriatri.id - Salah satu cara merawat orang lanjut usia (lansia) adalah dengan memperhatian dan memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Namun seringkali muncul permasalahan seperti lansia tidak nafsu makan atau menginginkan makanan yang sebenarnya merupakan pantangan.
Permasalahan itu terjawab dalam Live Streaming Lansia Online yang mengambil tema ‘Merawat Lansia dengan Cinta Mulai dari Nutrisi’ dalam rangka memperingati Hari Lansia Nasional 2024.
Dokter Spesialis Geriatri Konsultan, Dr. B. Neni Mulyanti, Sp.PD-K.Ger, FINASIM yang menjadi narasumber menjawab pertanyaan dari Opa Oma dan Sobat Geriatri pada Selasa, 28 Mei 2024.
Bagaimana agar lansia tetap nafsu makan tetapi juga tetap bisa taat dengan yang dipantang?
Tentu apa yang menjadi advice mengenai makanan yang harus dipantang itu tetap harus dijalankan. Karena itu adalah advice dari dokter untuk menjaga kesehatan Opa Oma sekalian.
Tapi bagaimana supaya tetap nafsu makan? Yang paling penting di luar proses memasak atau memakannya memang perlu berkumpul mungkin dengan teman atau saudara atau kerabat untuk bisa bersosialisasi sehingga tetap semangat dan tidak kehilangan nafsu makan.
Kegiatan sosial tetap perlu dilakukan. Kesehatan mental itu sangat penting.
Banyak orang yang nggak sakit secara fisik tetapi dia nggak punya nafsu makan ternyata setelah kita telusuri problemnya karena masalah di luar medis.
Untuk meningkatkan nafsu makan tentunya harus pinter-pinter dalam memilih menu dan cara memasak.
Sebaiknya memakan itu makanan yang fresh sehingga rasanya masih enak dan sedap saat dimakan. Jadi diharapkan asupannya selalu terjaga.
Bagaimana cara menghadapi lansia yang pilih-pilih makanan kadang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi lansia?
Memang lansia itu banyak pantangan. Tapi kalau kita menghadapi lansia yang makannya sudah susah "terpaksa" apapun yang lansia inginkan kita coba sediakan.
Tetapi bukan berarti kita turuti 100 persen apa mau dia. Yuk kita tetap sisipkan nutrisi yang memang dibutuhkan.
Tetapi menghadapi lansia yang susah makan itu tidak mudah. Karena kalau kita paksakan, kita nasihati kadang tidak mau makan sama sekali.
Kita harus mencegah kondisi seperti itu sehingga harus dengan sabar apapun yang diinginan kita iyain dulu, tapi sambil pelan-pelan kita memberitahu kebutuhan nutrisi yang diperlukan.
Apakah dengan makanan tertentu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi? Apakah perlu suplemen khusus untuk kebutuhan nutrisi tertentu yang mungkin sulit didapat dari makanan?
Jadi sebetulnya selama asupan-asupan nutrisi itu sudah cukup dari makanan dari buah dari minuman yang dikonsumsi sehari-hari itu sebetulnya tidak perlu suplemen, kalau itu memang sudah cukup dan cara penyajiannya harus benar.
Tetapi jika ditemui mungkin ada gangguan pencernaan, ada gangguan untuk mengunyah.
Misalnya, maaf lansia itu giginya sudah banyak yang lubang atau ompong kan pasti sulit untuk mengonsumsi protein.
Protein kan ada daging, ikan kan kadang itu sudah susah untuk mengunyah.
Nah kalau seperti itu perlu kita tambahkan suplementasi ONS (Oral Nutritional Supplements) atau susu atau suplemen kapsul kalau memang perlu ditambahkan.
Tetapi prinsipnya sejauh masih bisa mengonsumsi dari asupan sehari-hari itu sudah cukup tidak perlu suplementasi.***
*Dokter Spesialis Geriatri Konsultan, Dr. B. Neni Mulyanti, Sp.PD-K.Ger, FINASIM.(YouTube@Geriatri TV)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri