
Geriatri.id - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia sudah berlangsung sejak 22 Juni 2024. Jemaah haji yang telah kembali ke tanah air akan dipantau kesehatannya.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro Susilo mengatakan, kesehatan jemaah haji yang telah kembali ke Indonesia akan dipantau dinas kesehatan setempat selama 21 hari.
“Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan agar segera melapor ke faskes setempat,” ujar Liliek.
Jemaah haji juga diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) setibanya di kampung halaman dan selama proses pemantauan kesehatan.
Hal ini termasuk istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebersihan diri.
Sambil menunggu jadwal kepulangan, tim promosi kesehatan KKHI Makkah tetap memberikan penyuluhan kepada jemaah haji yang masih berada di penginapan.
Salah satu tim promkes, Harun Al Rasyid Sulaiman, mengingatkan jemaah haji untuk tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung dan alas kaki saat melakukan kegiatan sunnah seperti berziarah.
Dia juga berpesan agar jemaah haji tidak lupa minum air putih dan tidak menunggu haus baru minum.
Harun mengatakan, jemaah haji juga harus memberitahukan petugas Puskesmas bahwa mereka baru saja kembali dari menunaikan ibadah haji. Hal ini untuk mencegah penularan penyakit dari luar negeri.
“Jemaah yang akan pulang ke Indonesia jika sudah sampai rumah mengalami demam, sesak nafas, nyeri tenggorokan, mual, muntah, diare serta kaku kuduk dalam rentang waktu 21 hari sejak kedatangan segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas," katanya.
"Jangan lupa kepada petugas Puskesmas disampaikan bahwa baru kembali dari menunaikan ibadah haji,” pungkasnya dikutip dari laman Kemenkes.***
*Jemaah haji Indonesia.(Dok.Kemenkes)
Baca Juga: Evaluasi Temuan untuk Cari Solusi Terbaik, Timwas Haji DPR Berencana Bentuk Pansus
Baca Juga: Lakukan Sidak, Ketua Timwas Prihatin dengan Kondisi Tenda Jemaah Haji di Mina
Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri