
Geriatri.id - Baru-baru ini viral seorang lansia pensiunan guru yang mengajar matematika live di TikTok. Mungkin belum banyak orang tahu, kalau mengajat merupakan salaj satu hobi di masa tua yang dapat meningkatkan kesehatan otak.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan temuan menarik mengenai gaya hidup yang dapat memperpanjang usia hingga 24 tahun.
Temuan itu dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Nutrition.
Hasil penelitian yang melibatkan 700.000 veteran AS itu menyoroti 8 kebiasaan yang terbukti berdampak signifikan, bahkan jika diterapkan pada usia 40-an, 50-an dan 60-an.
Rekomendasi yang diajukan tidak hanya fokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial.
Berolahraga secara teratur, menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi alkohol, dan tidur cukup menjadi faktor utama yang disorot.
Baca Juga: Lansia Inspiratif: Pensiunan Guru Mengajar Matematika Live di TikTok
Selain itu, berhenti merokok, menghindari kecanduan opioid, mengelola stres, serta menjaga kehidupan sosial yang aktif juga terbukti memperpanjang masa hidup.
Namun masih ada hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh. Salah satunya mengajar.
Mengajar tidak hanya sekadar proses transformasi ilmu satu orang ke orang lain, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan otak.
Menurut Pendiri Pusat Kognitif dan Kesehatan Otak Universitas Northeastern, Dr. Art Kramer, kegiatan mengajar menuntut orang untuk mempelajari lebih dalam materi yang akan diajarkan dan mengantisipasi pertanyaan siswa dengan menggali informasi lebih dalam.
Selain mengajar, mengikuti kursus atau sekolah juga memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan otak dan kualitas hidup seseorang, terutama setelah pensiun.
Laura D. Baker, PhD adalah profesor Gerontologi dan Kedokteran Geriatri di Fakultas Kedokteran Universitas Wake Forest.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Dia menjelaskan setelah memasuki masa pensiun, seseorang mungkin menghadapi tantangan baru untuk menjaga kesehatan otak mereka.
Kehilangan rutinitas tantangan dari pekerjaan sebelumnya dapat berdampak pada aktivitas otak, terutama dalam hal kognitif dan fungsi motorik.
Ahli neurologi menekankan pentingnya tetap merangsang otak secara teratur.
Ini tidak hanya mempengaruhi aspek kognitif, tetapi juga mengaktifkan cerebellum, yang bertanggung jawab atas koordinasi gerakan, postur tubuh, dan keseimbangan.
Studi klasik tahun 2011 memberikan contoh menarik tentang manfaat belajar hal-hal baru.
Penelitian ini melibatkan calon pengemudi taksi di London yang harus menguasai "The Knowledge" - jaringan jalan raya yang sangat rumit.
Hasilnya menunjukkan, mereka yang berhasil melewati ujian sertifikasi ini mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan memori.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Temuan ini menegaskan bahwa menantang diri dengan belajar hal baru dapat meningkatkan aktivitas otak secara keseluruhan dan mendukung kesehatannya.
Aktivitas lain yang juga dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh adalah berjalan kaki, melakukan olahraga baru, merajut atau fotografi, juggling, menari, main video game dan mindfulness.***
*Ilustrasi - Manfaat mengajar untuk kesehatan otak.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri