Perhatikan Gizi Lansia Agar Tetap Sehat dan Bahagia di Usia Senja


Berita Lansia - Memasuki usia lanjut, berbagai perubahan fisik dan sosial dapat memengaruhi kebutuhan gizi lansia. Menjaga gizi lansia menjadi kunci untuk hidup sehat dan bahagia di usia senja.

2024-06-30 23:47:42

Geriatri.id - Memasuki usia lanjut, berbagai perubahan fisik dan sosial dapat memengaruhi kebutuhan gizi lansia. Menjaga gizi lansia menjadi kunci untuk hidup sehat dan bahagia di usia senja.

Kekurangan gizi pada lansia dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, kelelahan dan kurang berenergi, penurunan fungsi kognitif dan memori, osteoporosis dan fraktur serta depresi dan kecemasan.

Di sisi lain, kelebihan gizi juga dapat menjadi masalah pada lansia. Obesitas meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Faktor yang berperan dalam gizi lansia

1. Fisik dan biologis

Penurunan nafsu makan, perubahan pencernaan, dan berkurangnya massa otot adalah beberapa faktor fisik yang dapat memengaruhi gizi lansia.

2. Psikologis dan sosial

Depresi, kesepian, dan kurangnya dukungan sosial dapat memengaruhi keinginan dan kemampuan lansia untuk makan dengan sehat.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

3. Ekonomi dan lingkungan

Akses terhadap makanan bergizi dan pengetahuan tentang gizi yang baik dapat terhambat faktor ekonomi dan lingkungan.

Malnutrisi pada lansia

Malnutrisi adalah kondisi kekurangan atau kelebihan gizi dapat terjadi pada lansia.

Penyebabnya beragam, antara lain penyakit kronis, kesulitan makan dan menelan, obat-obatan, depresi dan demensia serta kurangnya dukungan sosial.

Malnutrisi pada lansia dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik dan mental, peningkatan risiko penyakit kronis, peningkatan risiko komplikasi dan hospitalisasi serta penurunan kualitas hidup.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Berikut beberapa langkah untuk membantu lansia mendapatkan gizi optimal:

- Pastikan lansia makan makanan bergizi seimbang.

- Bantu lansia yang mengalami kesulitan makan dan menelan.

- Dukung lansia tetap aktif secara fisik.

- Berikan edukasi tentang gizi yang baik untuk lansia.

- Ciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan makan sehat.***

Sumber: Kemenkes

*Ilustrasi - Lansia sehat dan bahagia di usia senja.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026