
Geriatri.id - Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dan dapat menyerang siapa saja, termasuk orang lanjut usia (lansia).
Lansia perlu mewaspadai demam berdarah karena jika sistem kekebalan tubuh lemah dapat berdampak sangat parah.
Demam berdarah disebabkan salah satu dari empat virus dengue. Virus itu juga berhubungan dengan virus penyebab infeksi West Nile dan demam kuning.
Demam berdarah tidak dapat ditularkan langsung dari manusia ke manusia lainnya.
Penularan penyakit ini melalui gigitan nyamuk dari family Aedes yang sudah terinfeksi virus dengue.
Nyamuk dapat terinfeksi jika menggigit orang yang sudah memiliki virus dengue di dalam darahnya.
Selanjutnya, nyamuk dapat menularkannya lagi kepada orang lain melalui gigitan.
Kenali gejala demam berdarah
Umumnya gejala demam berdarah baru muncul sekitar 4-6 hari setelah infeksi yang dapat berlangsung hingga 10 hari.
Gejala umum demam berdarah meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang mata, kelelahan, mual dan muntah.
Gejala lainnya munculnya ruam kulit 2–5 hari setelah timbulnya demam serta perdarahan ringan, seperti hidung berdarah atau mimisan, gusi berdarah atau mudah memar.
Dalam kasus tertentu, demam berdarah menimbulkan gejala ringan. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai gejala flu atau infeksi virus lainnya.
Bahaya demam berdarah pada lansia
Demam berdarah perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi masalah serius.
Misalnya, demam berdarah dengue (DBD), komplikasi langka ditandai demam tinggi, kerusakan kelenjar getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati dan kegagalan sistem peredaran darah.
Gejala DBD dapat berkembang menjadi perdarahan hebat, syok, dan kematian. Kondisi ini disebut sindrom syok dengue (DSS).
Lansia dengan sistem kekebalan tubuh lemah dan orang terinfeksi dengue untuk kedua kalinya diyakini berisiko lebih besar terkena DBD.
Data yang masih terbatas menunjukkan tingkat fatalitas kasus pengidap dengue lansia paling tinggi dengan pathogenesis kematian lansia yang masih belum jelas.
Pengidap demam berdarah lansia juga rentan mendapatkan infeksi dari rumah sakit (hospital-acquired infection/HAI), sehingga menempatkan mereka pada risiko kematian terkait infeksi.
Penanganan demam berdarah pada lansia
Tidak ada obat khusus untuk mengobati infeksi dengue. Jika lansia mengalami gejala demam berdarah dapat diberikan obat penghilang rasa sakit.
Selain itu, lansia pengidap demam berdarah harus beristirahat, minum banyak cairan dan mengunjungi dokter.
Jika kondisi memburuk dalam 24 jam pertama setelah demam turun, segera bawa lansia ke rumah sakit untuk diperiksa apakah terjadi komplikasi.***
*Ilustrasi - Gejala demem berdarah.(Pixabay)
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri