Mengenal Kegiatan Inovasi GINASTEL untuk Lansia


Berita Lansia - GINASTEL (Gigi Sehat Badan Kuat dengan Sekolah Terpadu Lansia) adalah suatu rangkaian inovasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemberian informasi tentang kesehatan gigi dan kesehatan umum untuk lansia.

2024-06-30 18:29:49

Geriatri.id - GINASTEL (Gigi Sehat Badan Kuat dengan Sekolah Terpadu Lansia) adalah suatu rangkaian inovasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemberian informasi tentang kesehatan gigi dan kesehatan umum untuk lansia.

Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan, dilaksanakan secara komprehensif, meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta terpadu antara kegiatan Posyandu Lansia dan Sekolah Lansia.

Rangkaian kegiatan inovasi GINASTEL meliputi:

KAK GILAN = Kader Penggerak Gigi Sehat Lansia

Tahap pertama adalah pembentukan Kader Penggerak Gigi Sehat Lansia yang akan membantu pelaksanaan Sekolah Terpadu GINASTEL. 

Kader diberi pelatihan tentang pengetahuan gigi dan cara skrining penyakit gigi dan mulut lansia secara sederhana.

ES SERUT =  Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut

Upaya promotif dengan Es Serut (Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut) pada lansia yang dilaksanakan sebulan sekali dengan kurikulum GINASTEL.

GULA SEMUT = Gerakan Lansia Dua Kali Sehari Membersihkan Gigi dan Mulut

Upaya preventif dengan Gula Semut (Gerakan Dua Kali Sehari Membersihkan Gigi dan Mulut) yaitu dengan pemberian stiker “Ayo Lansia Sikat Gigi 2 kali Sehari”, praktik sikat gigi yang benar dan skrining Kesehatan gigi dan mulut.

GULA MANIS = Penanggulangan Masalah Kesehatan Gigi Lansia

Upaya kuratif penanggulangan masalah kesehatan gigi lansia secara bertahap. 

Lansia yang telah di-skrining gigi dan ditemukan penyakit atau kelainan gigi dirujuk ke Poli Gigi Puskesmas untuk diberikan pengobatan dan perawatan sesuai diagnose masing-masing. 

Perawatan meliputi penambalan gigi, pembersihan gigi dan pencabutan gigi.

GULA PASIR = Gerakan Lansia Pasang Gigi Tiruan


Upaya rehabilitatif lansia dengan pemasangan gigi tiruan pada lansia, setelah mendapatkan perawatan gigi dan mulut. 

Pemasangan gigi tiruan dilakukan secara bertahap dan untuk peserta BPJS mendapatkan subsidi dari BPJS.

Kebaruan dari inovasi Sekolah Terpadu Lansia GINASTEL adalah pembentukan sekolah lansia dipadukan dengan Posyandu Lansia, pembentukan kader gigi lansia, akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut lansia lebih mudah.

Selanjutnya, teknologi penyampaian materi penyuluhan dengan kurikulum bervariasi dan menyenangkan, serta menggunakan teknologi komunikasi pelayanan Kesehatan gigi dan mulut lansia dengan grup Whatsapp.

Kemanfaatan Inovasi GINASTEL adalah akses pelayanan gigi menjadi lebih mudah sehingga kunjungan pasien lansia di Poli Gigi meningkat.

Kemanfaatan lainnya, transformasi teknologi kesehatan dengan menggunakan sistem informasi digital dan transformasi sistem pembiayaan dengan pemanfaatan klaim BPJS dalam pembuatan gigi tiruan.

Kualitas hidup lansia semakin baik dengan penggunaan gigi tiruan sehingga menurunkan risiko penyakit degeneratif dan relatif biaya berobat menjadi lebih hemat. 

Tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut lansia makin meningkat.

Inovasi GINASTEl sudah direplikasi di empat dusun di wilayah Imogiri dengan jumlah peserta didik pra lansia dan lansia sebanyak 400 orang. 

Sedangkan untuk kader penggerak gigi lansia sehat sebanyak 52 orang.

Inovasi GINASTEL mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul.

Diharapkan Sekolah Terpadu Lansia GINASTEL bisa direplikasi di semua Puskesmas di Kabupaten Bantul.(drg. Prasasti Bintarum (Juara I Kategori Dokter Gigi Puskesmas Nakesdan DIY Th. 2024)***

Ilustrasi - Perawatan kesehatan gigi lansia.(Pixabay)

Sumber: Dinkes Provinsi Yogyakarta

Solusi Atasi Gigi Ompong, Simak 3 Tips Ini Sebelum Melakukan Implan Gigi

Pelayanan Gigi di Faskes Tingkat Pertama yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Tanya Dokter: Gigi Lansia Berlubang, Ditambal Atau Dicabut dan Diganti Gigi Palsu? 

Video Lansia Online

 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026