Pensiunan Guru Bersyukur Bisa Berhaji di Usia Lanjut


Berita Lansia - Supartini tak menyangka akan berhaji di usia lanjut. Ddia berhaji tanpa ditemani suaminya yang sudah berpulang pada tahun 2011. 

2024-06-30 17:09:45

Geriatri.id - Supartini tak menyangka akan berhaji di usia lanjut. Ddia berhaji tanpa ditemani suaminya yang sudah berpulang pada tahun 2011. 

Lansia berusia 70 tahun itu berasal dari Yogyakarta. Dia adalah salah satu jemaah Kloter (kelompok terbang) 54 Embarkasi Solo (SOC 54). 

Supartini duduk di bed pasien di ruang Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Sabtu 29 Juni 2024. Dia sedang makan siang yang dibagikan saat seorang petugas melintas.

“Gimana Ibu, makananannya,” tanya petugas ketika melintas di dekat bed-nya. 

“Alhamdulillah enak. Tapi meskipun gak enak, tetap harus saya paksakan untuk makan. Saya ingin kondisi saya segera pulih. Saya ingin menikmati ibadah di Kota Nabi ini,” jawabnya.

Supartini mengungkapkan dirinya adalah pensiunan guru SD di Bantul, DIY. Tahun 2012 dia mendaftar haji dengan uang pensiunan. 

"Waktu itu banyak yang tawarkan beli tanah, buat uang pangkal beli rumah, tapi saya sudah bulat niat kepengen naik haji. Alhamdulillah senang sekali akhirnya saya sampai ke Tanah Suci, rasanya benar-benar terharu dan bahagia,” ucapnya.

Dia tak menyangka berhaji saat sudah lansia. Meski senang, dia juga sedih karena berhaji tanpa ditemani suaminya yang sudah berpulang. 

“Sedihnya tu, saya tidak bisa berangkat bareng suami, tapi kemarin saat di Makkah sudah saya doakan suami. Sebelum saya berdoa untuk diri saya dan anak cucu, saya doakan almarhum suami terlebih dahulu, sebagai bakti seorang istri,” lanjutnya.

Menurut Supartini, dirinya hanya mengalami penurunan kondisi, karena kelelahan setelah puncak haji di Makkah. 

“Terima kasih sudah menemani saya. Jadi tidak terasa buburnya abis. Doakan hasil pemeriksaan saya baik-baik saja, ini penurunan kondisi saja, karena saya ini Insya Allah sehat. Tiap minggu saya goes bareng komunitas lansia, terus juga ikut senam jantung sehat lansia itu persiapan saya sebelum ke Tanah Suci ini," katanya. 

“Walaupun saya sedang dicoba dengan kondisi kurang sehat, saya tetap bahagia sudah lihat Ka'bah dan juga di Madinah ini akan ke Raudah. Saya juga bahagia dengan pelayanan dari semua petugas yang baik dan perhatian termasuk jenengan Mba,” pungkasnya.***

Sumber; Kemenag

*Supartini salah satu jemaah Kloter (kelompok terbang) 54 Embarkasi Solo (SOC 54).(Foto:Kemenag)

Baca Juga: Evaluasi Temuan untuk Cari Solusi Terbaik, Timwas Haji DPR Berencana Bentuk Pansus

Baca Juga: Lakukan Sidak, Ketua Timwas Prihatin dengan Kondisi Tenda Jemaah Haji di Mina

Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026