
Geriatri.id - Modus penipuan dengan menggunakan teknik vishing atau phishing suara semakin marak. Banyak orang mulai dari usia muda hingga lansia yang sudah menjadi korban dalam beberapa tahun terakhir.
Phishing, sebuah metode penipuan daring dengan tujuan memancing korban agar memberikan akses atau informasi pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih perangkat seluler atau aplikasi.
Bisanya korban dipancing untuk mengklik tautan tertentu atau mengunduh file yang menyuntikkan malware ke dalam perangkat mereka.
Vishing memiliki tujuan serupa, yaitu mendapatkan informasi pribadi melalui panggilan telepon dari penipu online.
Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada ketika menerima panggilan telepon dari pihak yang tidak dikenal.
Berikut 8 tanda yang perlu diwaspadai terkait panggilan dari penipu:
1. Pretensi dari pemerintah atau perusahaan besar:
Jangan langsung percaya dengan panggilan dari seseorang yang mengaku mewakili pemerintah atau perusahaan besar.
Seringkali penipu berperan sebagai tokoh yang memiliki otoritas untuk menakut-nakuti korban. Misalnya, mengaku sebagai aparat penegak hukum dan lain-lain.
2. Penawaran kesepakatan atau hadiah
Jangan langsung percaya, jika disebut telah memenangkan hadiah padahal tidak pernah mengikuti undian atau program tertentu.
Besar kemungkinan itu adalah modus penipuan.
3. Tidak menyebut nama calon korban
Biasanya penipu akan menggunakan sapaan umum tanpa menyebut nama calon korbannya secara spesifik. Petugas resmi akan menyebut nama penerima saat berkomunikasi.
4. Klaim utang belum dibayar
Pelaku sering menggunakan modus ada utang yang belum dibayar dengan ancaman denda atau hukuman.
Tujuannya untuk menakut-nakuti calon korban agar segera mentransfer uang dalam jumlah tertentu.
5. Meminta informasi pribadi
Penipu juga kerap meminta informasi seperti nomor KTP atau kartu kredit calon korbannya. Jangan pernah memberikan informasi seperti itu kepada pihak yang tidak terpercaya.
6. Perangkat terinfeksi malware:
Penipu akan memberitahu korban bahwa perangkat mereka terinfeksi malware atau virus.
Jika modusnya seperti ini, hindari menginstal perangkat lunak akses jarak jauh yang disarankan penelepon.
7. Meminta informasi yang seharusnya sudah diketahui
Penipu akan meminta korban memberikan informasi yang seharusnya sudah diketahui institusi tertentu.
Misalnya, nomor klaim dari perusahaan asuransi atau nama anak dari pihak sekolah.
8. Jeda saat menjawab telepon
Jika mengalami jeda ketika menjawab panggilan, bisa jadi indikasi panggilan berasal dari sistem otomatis yang baru menghubungkan setelah penerima telepon menjawab.
Untuk menghindari jebakan ini, penting selalu melakukan verifikasi keabsahan panggilan atau klaim sebelum memberikan informasi pribadi atau melakukan tindakan yang diminta.***
*Ilustrasi - Waspadai modus penipuan online.(Pixabay)
Berita Terkait:
Tips untuk Lansia Biar Terhindar dari Maraknya Penipuan di Era Digital
Hati-hati Lansia Bisa Jadi Sasaran Penipuan Online
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri