
Geriatri.id - Surabaya terus berupaya bertransformasi sebagai kota ramah lansia, dengan memprioritaskan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan warga lanjut usia.
Melalui serangkaian inisiatif dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia, kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia itu menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif sehingga warga lansia dapat menua dengan bahagia serta menikmati kehidupan berkualitas.
Mulai dari bantuan keuangan hingga layanan kesehatan, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen memastikan para lansia dihargai, dihormati dan diberdayakan untuk menjalani kehidupan bermakna di tahun emas mereka.
Surabaya, seperti kota lain di dunia harus mempersiapkan peningkatan populasi lansia. Populasi menua (aging population) mengacu pada tren demografi yang ditandai dengan meningkatnya proporsi orang lansia dalam suatu populasi.
Meski populasi lansia di Kota Surabaya masih rendah yaitu 7.77%, namun di masa mendatang proporsi penduduk lansia akan merambat naik.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perubahan demografi mencakup kemajuan dalam layanan kesehatan dan peningkatan harapan hidup.
Penduduk Lansia Kian Banyak, Apa Strategi Pemerintah?
Seiring bertambahnya usia penduduk, Surabaya menghadapi tantangan terkait peningkatan layanan kesehatan, dukungan sosial dan keberlanjutan ekonomi, sehingga mendorong perlunya kebijakan dan program yang tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan warga lansia.
Selain itu, memahami karakteristik demografi penduduk lansia di Surabaya sangat penting untuk pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya yang tepat guna menjamin kesejahteraan dan kualitas hidup mereka di Kota Surabaya.
Inisiatif ramah lansia di Surabaya dikembangkan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, melalui sistem dukungan komprehensif dengan tujuan meringankan beban keuangan dan meningkatkan perekonomian lansia.
Warga lansia tunggal di Surabaya mendapatkan pembebasan tarif air dan listrik, serta pembebasan pajak bumi dan bangunan.
Langkah ini tidak hanya membantu para lansia mempertahankan kemandirian mereka tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kondisi psikologis secara keseluruhan.
Selain itu, Surabaya menyediakan layanan perawatan bagi warga lansia melalui penyediaan Griya Werdha dan fasilitas rehabilitasi sosial.
Dengan dua Griya Werdha yang menyediakan layanan komprehensif seperti makanan, pakaian, layanan kesehatan, dan kebugaran, Surabaya memastikan para lansia menerima perawatan dan perhatian layak.
Ke depan, Surabaya akan memperluas jaringan dukungannya dengan penambahan daya tampung Griya Werdha. Dengan demikian semakin meningkatkan akses terhadap perawatan jangka panjang bagi warga lansia.
Selain kesehatan fisik, Surabaya memprioritaskan kesejahteraan mental para lansia melalui pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan mental.
Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan sejak dini, memastikan lansia menerima intervensi dan dukungan medis tepat waktu.
Selain itu, Surabaya juga memastikan para lansia menjalani fase penuaan berkualitas melalui aktivitas kebugaran serta menyediakan makanan tambahan untuk meningkatkan nutrisi dan vitalitas mereka.
Menyadari pentingnya mobilitas dan aksesibilitas, Surabaya menawarkan pilihan transportasi ramah lansia dan infrastruktur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan lansia.
Transportasi umum yang mudah diakses hingga jalur pejalan kaki dan ruang publik ramah lansia untuk memastikan para warga senior dapat menjelajahi kota dengan aman dan mandiri.
Selain itu, Surabaya melalui program dandan omah, memfasilitasi renovasi rumah untuk meningkatkan kondisi kehidupan warga lansia.
Melalui bantuan langsung tunai untuk warga lansia dengan status miskin, Pemerintah Kota memberikan dukungan keuangan dan memastikan tidak ada warga lansia dengan status kurang sejahtera yang tidak mendapat intervensi.
Angka harapan hidup di Kota Surabaya terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Ini mencerminkan komitmen Surabaya dalam meningkatkan layanan kesehatan dan mempromosikan gaya hidup lebih sehat di kalangan warga lansia.
Pada tahun 2021, angka harapan hidup di Surabaya 75,43 tahun dan menjadi 75,63 pada tahun 2022.
Ini menandakan adanya perbaikan berkelanjutan dalam akses dan kualitas layanan kesehatan bagi lansia.
Peningkatan ini berlanjut hingga tahun 2023, dengan angka harapan hidup 75,82 tahun.
Trend peningkatan berkelanjutan dalam usia harapan hidup merefleksikan upaya Surabaya dalam meningkatkan upaya kesehatan masyarakat, memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, dan memberdayakan masyarakat lanjut usia.
Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, Surabaya siap untuk mempersiapkan populasi lansia lebih sehat dan sejahtera, sehingga berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup kota secara keseluruhan.
Komitmen Kota Surabaya untuk menciptakan kota ramah lansia mencerminkan nilai-nilai kasih sayang, rasa hormat, dan inklusi sosial untuk warga senior.
Apakah Kota Tempat Anda Tinggal Sudah Ramah Lansia?
Dengan memprioritaskan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan warga lansia, Surabaya memberikan contoh positif bagi kota-kota di seluruh Indonesia untuk mewujudkan kebijakan ramah lansia melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Seiring perkembangannya menjadi kota inklusif dan suportif, Surabaya tetap berdedikasi memastikan warga lansia dapat menikmati kehidupan yang bahagia, sejahtera, dan bermartabat di usia lanjut.***
Sumber: laman bappedalitbang.surabaya.go.id
*Surabaya terus berupaya bertransformasi sebagai kota ramah lansia.(Foto: bappedalitbang.surabaya.go.id)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri