
Geriatri.id - Jensen Huang dikenal di Silicon Valley karena perhatiannya yang cermat terhadap detail. Siapa sangka kesuksesan Huang terinspirasi dari seorang tukang kebun.
Pria berusia 61 tahun itu mengembangkan perusahaan raksasa teknologi Nvidia dengan kapitalisasi pasar lebih dari 3 triliun dolar AS.
Perusahaan Huang, yang didirikan pada tahun 1993, kini memiliki lebih dari 26.000 karyawan.
Menurut Huang, pertemuannya secara kebetulan dengan seorang tukang kebun di Jepang membantu menyadarkan dirinya untuk menjadi perfeksionis daripada berlomba-lomba mengerjakan proyek berikutnya.
CEO yang dijuluki ‘Taylor Swift-nya teknologi’ oleh CEO Meta Mark Zuckerberg itu menceritakan kisahnya di acara wisuda Caltech ke-130 di Pasadena.
Dia mengungkapkan, dulu dirinya bekerja di salah satu kantor Nvidia di luar negeri.
Baca Juga: Mengenal Bernard Arnault, Pria 75 Tahun Raja Brand Barang Mewah Dunia
Selama satu bulan dalam setahun setiap musim panas, dia dan keluarganya ikut serta dalam perjalanan, salah satunya ke Jepang.
Di Negeri Sakura, lanjut Huang, dirinya dan keluarganya menghabiskan akhir pekan di Kyoto dan mengunjungi Kuil Perak dan taman lumut.
“Kami berkunjung saat musim panas Kyoto,” kenang Huang dikutip dari thestar.com.my.
“Panas dan lembab, lengket – panas memancar dari tanah. Bersama turis lainnya, kami berjalan-jalan di taman lumut yang ditata dengan cermat.
“Saya memperhatikan seorang tukang kebun sedang sendirian. Sekarang saya ingat... taman lumut itu sangat besar... dan dirawat dengan indah.
Saya melihat seorang tukang kebun berjongkok, dengan hati-hati memetik lumut dengan penjepit bambu dan memasukkannya ke dalam keranjang bambu.
Keranjangnya tampak kosong – sesaat saya mengira dia sedang memetik lumut khayalan ke dalam tumpukan lumut khayalan.”
“Saya menghampirinya dan berkata: 'Apa yang Anda lakukan?'
Dia berkata: ‘Saya sedang memetik lumut yang mati. Saya sedang merawat kebun saya.’
Saya berkata: ‘Tetapi kebun Anda begitu luas?’
Dia menjawab: ‘Saya telah merawat kebun saya selama 25 tahun, saya punya banyak waktu’.
“Itu salah satu pembelajaran paling mendalam dalam hidup saya. Tukang kebun itu telah mendedikasikan dirinya pada keahliannya dan melakukan pekerjaan sepanjang hidupnya – jika Anda melakukannya, Anda punya banyak waktu.
Baca Juga: Lansia Inspiratif: Abaikan Cemoohan, Kini Pria 73 Tahun Berharta Rp118 T
“Saya memulai setiap pagi – dan melakukan setiap pagi – dengan melakukan pekerjaan prioritas tertinggi terlebih dahulu. Bahkan sebelum saya mulai bekerja, hari saya sudah sukses,” tambahnya.
“Saya telah menyelesaikan pekerjaan terpenting saya dan dapat mendedikasikan hari saya untuk membantu orang lain. Ketika orang meminta maaf karena mengganggu saya, saya selalu berkata: ‘Saya punya banyak waktu".***
*Ilustrasi - Aktivitas seorang tukan kebun.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri