Bisa Berdampak Buruk, Waspadai 4 Faktor Penyebab Kesepian pada Lansia


Berita Lansia - Peneliti PRK BRIN Resti Pujihasvuty mengungkapkan, kesepian atau loneliness pasti dialami semua orang, terutama pada mereka yang jauh dari akses informasi dan lain-lain. 

2024-06-21 21:17:50

Geriatri.id - Peneliti PRK BRIN Resti Pujihasvuty mengungkapkan, kesepian atau loneliness pasti dialami semua orang, terutama pada mereka yang jauh dari akses informasi dan lain-lain. 

Dari penelitiannya, Resti memaparkan hasil SUSENAS, Statistik Indonesia pada tahun 2020, bahwa secara proporsi jumlah usia penduduk 60 tahun ke atas semakin lama semakin meningkat.

Bahkan pada 2035-2040, Indonesia diprediksikan akan mengalami banjir lansia (17%-20%). 

Lalu  bonus demografi kedua, jumlah lansia mendekati dobel dari jumlah saat ini, dari 26 juta (2020) menjadi 48 juta (2035).

Resti menjelaskan proporsi lansia yang semakin produktif dan dapat berkontribusi pada perekonomian negara.  

“Lansia harus memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik dan produktif agar menjadi kekuatan untuk bangsa indonesia,” ujarnya dalam talkshow  “Lansia ku di Era Ageing Population: Loneliness, Ageism, and Mental Health”, Rabu 19 Juni 2024.

Diskusi yang digelar Pusat Riset Kependudukan (PRK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini diprakarsai Kelompok Riset Dinamika Keluarga dan membahas sejumlah permasalahan kesehatan jiwa atau mental dalam keluarga.

Baca Juga: Studi: Bisa Memangkas Harapan Hidup, Jangan Biarkan Lansia Kesepian

Secara teori, Resti menjelaskan, kesepian digambarkan sebagai perasaan yang tidak diinginkan, menyakitkan, dan tidak menyenangkan. 

Kesepian juga didefinisikan sebagai perasaan subjektif seseorang akibat hubungan sosial yang kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan keinginan.

Resti mengaitkan kesepian dan isolasi sosial sebagai dua hal berbeda tetapi memiliki keterkaitan. 


Namun menurut pengamatannya, beberapa penelitian hanya menemukan korelasi lemah antara isolasi sosial dan kesepian. 
Orang yang terisolasi secara sosial belum tentu mengalami kesepian dan sebaliknya.

Faktor kesepian disebabkan banyak hal. Faktor individu yaitu kondisi kesehatan, kehilangan sensorik atau Indra,  mobilitas, pensiun, duka cita, pindah rumah, berhenti berkarir, dan sebagainya. 

Adapun faktor sosial karena transportasi, lingkungan fisik,  komunitas, perumahan, teknologi, kejahatan, perubahan demografi dan lain-lain. 

Sedangkan faktor psikologis yaitu memandang rendah menilai/ negatif diri sendiri merasa tidak berguna, tidak berharga, merasa tersisihkan dari lingkungan sosial dan lain-lain. 

Baca Juga: Waspada, Kesepian Bisa Sebabkan Gizi Buruk pada Lansia

Faktor situasional yaitu perubahan hidup post power syndrome,  budaya sibuk dan putusnya hubungan dengan orang terdekat. 
Kemudian faktor spiritualitas karena hilangnya makna dan tujuan hidup serta religiusitas.

Sebuah meta analisis menemukan dampak kesepian yang mengandung risiko kematian dini meningkat 26% dan 29% karena isolasi sosial. 

Selain itu, kurangnya koneksi sosial dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, stroke, penyakit jantung dan demensia.***

Sumber:BRIN

*Ilustrasi - Lansia kesepian.(Pixabay)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026