
Geriatri.id - Menjadi lanjut usia (lansia) yang sehat, aktif dan bahagia, tentu menjadi cita-cita setiap orang. Pastinya, tidak ada seorang pun yang berharap saat lansia mengalami sakit.
Meski tak dipungkiri seiring pertambahan usia, metabolisme dan fungsi organ tubuh akan menurun.
Namun tak perlu khawatir berlebihan. Agar tetap sehat, aktif dan bahagia saat lansia, tentu ada upaya yang bisa dilakukan.
Salah satunya cara untuk mencegah, mengontrol atau mendeteksi kemungkinan risiko penyakit, yaitu dengan melakukan cek kesehatan secara berkala.
Nah, pemeriksaan kesehatan secara rutin ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan, mendeteksi kemungkinan adanya penyakit serta mengontrol faktor-faktor tertentu yang bisa memicu atau mengarah pada suatu penyakit.
Dengan demikian, kondisi fisik maupun psikis lansia tetap baik, prima, optimal dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal.
Berita lainnya:
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Bila Orang Tua Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
Mengingat betapa pentingnya kontrol atau pemeriksaan kesehatan, pada anggota keluarga sebaiknya selalu mengingatkan waktu atau jadwal cek kesehatan.
Salah satunya, pemeriksaan tekanan darah seminggu sekali atau bahkan setiap hari.
Pemeriksaan ini harus dilakukan secara tertib untuk mengontrol kondisi tekanan sehingga risiko penyakit degeneratif bisa diminimalkan.
Selain melakukan kontrol, cek atau pemeriksaan kesehatan secara rutin, ada tiga kunci atau ukuran kesuksesan seseorang ketika lansia. Apa sajakah itu? Berikut di antaranya:
1. Lansia bebas dari penyakit dan kecacatan.
Sudah pasti, lansia yang sehat adalah tidak mengalami penyakit dan tidak mengalami kecacatan akibat penyakit tertentu.
Menjaga kesehatan di usia senja memang tidaklah gampang.
Akan tetapi tidak pula sulit. Faktor yang perlu dijaga adalah pola makan yang baik dengan menu makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan lansia, istirahat yang cukup, aktivitas fisik yang rutin, serta kontrol teratur untuk memeriksa kondisi kesehatan lansia.
2. Kemampuan fisik dan berpikir yang prima.
Kemampuan fisik yang masih optimal tentu merupakan ciri lansia yang sehat. Selain itu, kemampuan berpikir juga menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan seorang lansia.
Dalam hal ini, kemampuan berpikir dapat diartikan misalnya lansia tidak mengalami demensia.
3. Mampu berpartisipasi secara sosial dan produktivitas yang tinggi.
Lansia yang masih mampu bersosialisasi juga termasuk ciri yang sehat.
Selain itu, ia masih bisa produktif dan menerapkan gaya hidup yang sehat sehari-hari.
Nah, bila tiga kunci sukses tersebut diupayakan dengan maksimal, semoga di usia senja lania dapat menjalani kehidupan yang sehat, aktif, produktif dan bahagia.
(Hilman/foto:freepik.com)
Narasumber:
Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid
Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri