.jpg)
Geriatri.id - Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Kondisi gula darah rendah harus segera ditangani agar tidak berdampak fatal.
Hipoglikemia merupakan komplikasi paling umum yang terjadi pada individu dengan diabetes.
Dilansir dari Medical news Today, hipoglikemia umum terjadi pada lansia dengan diabetes.
Bisa jadi ini karena fakta bahwa lansia lebih cenderung memiliki kondisi kronis lainnya, kekurangan gizi, atau minum banyak obat.
Penyebab tingkat gula darah dapat tiba-tiba menjadi terlalu rendah diantaranya aktivitas fisik berlebihan, penggunaan dosis insulin/obat anti diabetes yang tidak tepat atau tidak cukup makan atau makan terlambat.
Keadaan itu sifatnya ringan dan dapat ditangani dengan cepat dengan makan atau minum sesuatu berkadar gula tinggi seperti teh manis atau jus buah manis.
Baca Juga: 10 Gejala Diabetes pada Lansia yang Harus Diwaspadai
Berikut gejala hipoglikemia yang perlu diperhatikan dikutip dari p2ptm.kemkes.go.id:
Gejala ringan
Jika kadar gula darah terlalu rendah, tubuh termasuk otak tidak dapat berfungsi dengan baik. Gejala gula darah biasanya tidak spesifik.
Pasien mungkin merasa tidak nyaman dan merasakan lelah, pusing, pucat, bibir kesemutan, gemetar, berkeringat, merasa lapar, jantung berdebar-debar, sulit konsentrasi dan mudah marah.
Jika mengalami gejala seperti itu, disarankan untuk memeriksa gula darah. Atau penderita hipoglikemia diberikan minum gula atau jus buah. Gula atau glukosa dapat digunakan untuk mengoreksi gula darah rendah.
Gejala berat
Gula darah yang turun secara drastis harus segera diobati agar tidak memperburuk kondisi panderita.
Jika kondisi memburuk, penderita hipoglikemia akan mengantuk, penglihatan terganggu, kebingungan, gerakan menjadi canggung, berperilaku seperti orang mabuk, kejang dan hilang kesadaran.
Jika pasien tidak sadar, yang terbaik adalah memberikan glucosa intravena di bawah pengawasan medis.
Gejala yang memburuk umumnya terjadi ketika kadar darah turun drastis akibat hipoglikemia yang tidak mendapat penanganan tepat. Hipoglikemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan koma,
Penderita diabetes yang merasa curiga sedang mengalami hipoglikemia, disarankan segera menemui dokter.
Baca Juga: Diabetes dengan Komplikasi Penyebab Kematian Tertinggi Ketiga di Indonesia
Apalagi jika kondisinya tidak mengalami perubahan positif meski sudah ditangani (misalnya dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis).
Dengan mengetahui gejala hipoglikemia, diharapkan dapat menjadi sebuah pengingat untuk rutin melakukan pemeriksaan gula darah.
Segera lakukan penanganan jika mengalami hipoglikemia agar gejalanya tidak semakin berat.***
*Ilustrasi - Pemeriksaan gula darah.(Freepik)
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri