
Geriatri.id - Idul Adha dikenal dengan Hari Raya Kurban atau Idul Kurban di Indonesia dirayakan setiap tahunnya pada 10 Dzulhijjah. Tahun ini Idul Adha jatuh pada hari Senin 17 Juni 2024.
Hari Raya Kurban menjadi momen penting untuk saling peduli dan menjunjung kebersamaan. Hal itu diwujudkan dengan pemotongan hewan kurban, kambing, sapi atau kerbau. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga kurang mampu.
Kandungan gizi daging kambing dan sapi baik untuk tubuh. Namun, mengonsumsi daging kambing atau sapi secara berlebihan dapat menimbulkan efek langsung, seperti merasa pusing dan mual.
Dalam jangka panjang, mengonsumsi daging kambing atau sapi secara berlebihan dapat memicu penyakit degeneratif seperti darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat dan kegemukan (obesitas).
Karena itu, penting untuk mengontrol porsi makan daging di Hari Kurban. Caranya dengan memperhatikan porsi dan cara memasaknya.
Baca Juga: Daging Kambing Penyebab Hipertensi, Mitos Atau Fakta?
Sebaiknya daging dimasak matang sempurna dengan cara direbus.
Daging yang digoreng akan menambah kadar lemak dari minyak goreng.
Sedangkan jika daging dibakar akan berisiko menambah zat karsinogenik penyebab kanker.
Berikut cara sehat mengonsumsi daging yang seimbang di Hari Kurban:
1. Tentukan porsi yang sesuai
Jangan mengonsumsi terlalu banyak daging dalam satu hidangan. Tetapkan ukuran porsi seimbang dengan memperhatikan kebutuhan gizi tubuh dan rekomendasi asupan harian.
2. Olah dengan cara sehat
Pilih cara pengolahan yang sehat seperti merebus atau memanggang dengan sedikit minyak dan dikonsumsi bersama sayur dan buah.
Hindari penggorengan berlebihan atau penggunaan minyak berlebih yang dapat menambah kalori dan lemak.
3. Buang lemak berlebih
Jika ada lemak berlebih pada daging, potong atau buang sebelum memasak. Hal ini dapat membantu mengurangi asupan lemak jenuh yang tidak sehat.
4. Batasi konsumsi lemak jenuh dan garam
Hindari penggunaan terlalu banyak lemak jenuh dan garam dalam memasak dan menyajikan daging.
Ini membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit terkait.
5. Gabungkan dengan sayuran
Sertakan sayuran dalam hidangan sebagai lauk pelengkap untuk mendapatkan keseimbangan gizi.
Sayuran segar seperti brokoli, wortel, kubis, dan bayam dapat memberikan serat, vitamin, dan mineral penting.
6. Kombinasikan dengan karbohidrat saehat
Selain daging, pastikan mengonsumsi sumber karbohidrat yang sehat, seperti nasi merah, roti gandum, atau kentang panggang. Karbohidrat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh.
7. Cukup minum air putih
Pastikan tetap terhidrasi dengan minum cukup air putih. Air membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mendukung fungsi organ tubuh dengan baik.
Baca Juga: Cara Mudah Mengolah Daging Merah Tanpa Mengabaikan Kesehatan Jantung
Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala kolesterol akibat terlalu banyak asupan daging seperti mudah mengantuk, pegal pada tengkuk atau pundak, hingga nyeri dada untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat.***
*Ilustrasi - Daging kambing.(Pixabay)
Sumber: dinkes.jakarta.go.id
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri