
Geriatri.id - Hari Kesadaran Penyalahgunaan Lansia Sedunia (World Elder Abuse Awareness Day/WEAAD) diperingati setiap tanggal 15 Juni. Tahun ini tema peringatan WEAAD adalah “Sorotan pada Lansia dalam Keadaan Darurat”.
Tema ini menekankan kebutuhan mendesak untuk melindungi dan mendukung lansia selama krisis.
Keadaan darurat seperti bencana alam, pandemi, atau konflik memberikan dampak tidak proporsional terhadap lansia, sehingga memperburuk kerentanan mereka.
Mengatasi kebutuhan mereka dalam perencanaan dan tanggap darurat sangat penting, karena lansia seringkali menghadapi masalah mobilitas, kondisi kesehatan kronis, atau isolasi sosial.
Faktor-faktor ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengakses bantuan, mengungsi dengan aman, atau menerima perawatan medis dan layanan dukungan yang tepat waktu.
Baca Juga: Ciri Orang Bahagia Menurut Miliarder 93 Tahun Warren Buffett
Selain itu, stres dan kekacauan dalam keadaan darurat dapat meningkatkan risiko pelecehan terhadap lansia, termasuk kekerasan fisik, emosional, finansial, atau penelantaran.
Peringatan WEAAD tahun ini menyerukan kepada pemerintah, donor internasional, organisasi, dan komunitas untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan lansia dalam strategi kesiapsiagaan dan tanggap darurat mereka.
Hal ini mendorong pengembangan kebijakan inklusif yang memastikan lansia tidak terabaikan selama krisis.
WEAAD 2024 juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi petugas tanggap darurat, perawat, dan masyarakat.
Dengan meningkatkan kesadaran akan tantangan spesifik yang dihadapi lansia dalam keadaan darurat diharapkan dapat menciptakan lingkungan lebih inklusif dan protektif.
Mengatasi pelecehan lansia
Antara tahun 2019-2030, jumlah penduduk berusia 60 tahun atau lebih diperkirakan akan tumbuh 38%, dari 1 miliar menjadi 1,4 miliar, secara global.
Angka ini melebihi jumlah penduduk muda, dan peningkatan ini akan menjadi yang terbesar dan tercepat di negara berkembang.
Karena itu perhatian lebih besar perlu diberikan pada tantangan terutama yang berdampak pada lansia, termasuk di bidang hak asasi manusia.
Pelecehan terhadap lansia merupakan masalah di negara berkembang maupun maju, namun biasanya tidak dilaporkan secara global.
Tingkat atau perkiraan prevalensi hanya ada di negara maju tertentu – berkisar antara 1%-10%. Meskipun tingkat penganiayaan terhadap orang lansia tidak diketahui, signifikansi sosial dan moralnya jelas terlihat.
Hal ini memerlukan respons global beragam, yang fokus pada perlindungan hak-hak orang lansia.
Pendekatan untuk mendefinisikan, mendeteksi dan mengatasi pelecehan terhadap lansia perlu ditempatkan dalam konteks budaya dan mempertimbangkan faktor risiko yang spesifik secara budaya.
Baca Juga: Daftar Orang Terkaya di Dunia: Posisi Elon Mask Digusur Pengusaha Lansia
Misalnya, di beberapa masyarakat tradisional, janda lansia dijadikan sasaran kawin paksa, sementara di masyarakat lain, perempuan lansia yang terisolasi dituduh melakukan sihir.***
*Bigom, seorang nenek berusia 80 tahun sedang bersama ketiga cucunya ketika banjir bandang melanda desanya di Provinsi Baghlan, Afghanistan. Cucu Bigom terluka akibat banjir, dan semua dombanya tersapu dan dibunuh.(Foto:UNICEF/ UNI577384/Osman Khayyam)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri