
Geriatri.id - Kepulangan Jensen Huang, bos Nvidia yang dikenal sebagai 'Raja AI' dunia ke tanah kelahirannya menarik perhatian banyak orang, termasuk kunjungannya ke stadion di ibu kota Taipei.
Dalam kunjungannya, pengusaha 61 tahun yang memiliki kekayaan mencapai Rp1.700 triliun itu menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI).
Selama kunjungannya, Huang turut berpartisipasi dalam pameran Computex.
Dia mendapat sambutan hangat dari peserta acara. Selain itu ada ribuan unggahan yang tersebar luas di media sosial terkait kehadirannya.
Huang bertemu dengan para penggemar, menjawab pertanyaan, dan memberikan tanda tangan. Dia juga bertemu dengan pendiri TSMC, Morris Chang.
Baca Juga: Ciri Orang Bahagia Menurut Miliarder 93 Tahun Warren Buffett
Secara rutin Huang mengunjungi Taiwan, tempat kelahirannya yang disebutnya sebagai pusat industri elektronik dan komputer.
"Taiwan merupakan salah satu negara terpenting di dunia. Ini merupakan pusat industri elektronik. Industri komputer dibangun karena Taiwan," ujarnya dikutip dari CNN Internasional, Senin 10 Juli 2024.
Hubungan Huang dengan Taiwan sepertinya akan semakin erat. Dia berjanji Nvidia akan terus mengembangkan teknologi di sana.
"Kami melakukan teknologi, rekayasa dan bisnis di Taiwan hampir tiga dekade, dan kami akan terus melakukannya," tandasnya.
Kunjungan Huang ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Taiwan dan Cina, dengan kapal perang dan jet tempur Beijing melakukan latihan militer di sekitar Taiwan.
Jensen Huang yang bernama asli Huang Jen-Hsun itu lahir di Taipei pada 17 Februari 1963.
Meski lahir di Taiwan, dia tidak hanya menghabiskan masa kecilnya di sana tetapi juga di Thailand.
Orang tua Huang memutuskan untuk mengirim anak-anak mereka ke Amerika Serikat ketika situasi politik di Asia Tenggara tidak stabil akibat Perang Vietnam.
Huang dan keluarganya pindah ke Oregon, AS. Dia belajar di sekolah hingga kuliah di sana.
Sejak muda, Huang dikenal sebagai pekerja keras. Saat masih SMA, dia bekerja sebagai tukang cuci piring di Denny's salah satu restoran cepat saji.
Huang mendapatkan gelar teknik elektro dari Oregon State University. Sementara gelar master di bidang yang sama dari Stanford University pada tahun 1992.
Restoran Denny's menjadi tempat dirinya bersama kedua temannya menciptakan ide yang kemudian menjadi Nvidia.
Meski telah sukses, Huang tetap rendah hati. Dia tidak suka memamerkan kekayaannya dan sering terlihat makan di warung pinggir jalan.
Baca Juga: Daftar Orang Terkaya di Dunia: Posisi Elon Mask Digusur Pengusaha Lansia
Pada Desember 2023, Huang mengunjungi tempat makan kaki lima di Hanoi, Vietnam, dengan mengenakan pakaian santai.
Huang menolak makan malam di hotel mewah yang sebelumnya sudah dipesan. Dia lebih memilih menikmati makanan lokal seperti bekicot dan minuman kopi telur.
Kebiasaan ini menunjukkan meski telah berada di puncak kesuksesan, Huang tetap sederhana, sebuah anomali di tengah gaya hidup yang umumnya glamor.***
*Ilustrasi - Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri