
Geriatri.id - Tanggal 10 Juni diperingati sebagai Hari Media Sosial Warga lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok paling rentan terpapar atau bahkan menjadi korban hoaks di media sosial.
Bagaimana caranya agar lansia terhindar dari konten atau berita hoaks di media sosial?
Pengajar dan Peneliti Diah Ayu Candraningrum S,T., MBA., M.Si mengungkapkan berdasarkan penelitiannya saat Pilpres, keingintahuan lansia untuk memastikan konten atau berita yang diterimanya benar atau hoaks cukup tinggi.
Namun, lanjut Sandra, penggilan akrabnya, umumnya mereka memiliki keterbatasan dalam menilai apakah itu benar atau hoaks.
Baca Juga: Ponsel Pintar dan Aktif di Media Sosial Bikin Lansia Awet Muda
Masing-masing lansia memiliki perbedaan dalam memahami hoaks atau bukan. Ada lansia yang bisa melakukannya sendiri dalam memahami hoaks atau bukan, ada pula yang membutuhkan bantuan orang lain.
"Yang dapat mereka lakukan adalah mencari orang yang dipercaya untuk menjelaskan hoaks atau tidak. Biasanya yang menjadi acuan mereka adalah anak atau perawat kalau ada. Jadi orangtua masih membutuhkan anak muda untuk menjadi pedoman mereka dalam berselancar di media sosial," ujarnya dalam Live Streaming Lansia Online (LOL):Lansia Bisa Tangkas Lawan Hoaks di YouTube @Geriatri TV.
Bagaimana cara mengedukasi orangtua yang sudah terlanjur percaya pada hoaks dan menganggapnya itu sebagai fakta?
Menurut Sandra, jika menghadapi situasi seperti itu, sebaiknya tidak memberikan pendapat secara lisan. Cara paling efektif, lanjut dia, adalah dengan menunjukkan konten atau berita pembanding dari sumber yang kredibel.
"Misalnya orangtua sudah percaya sama hoaks vaksin itu tidak boleh, vaksin itu berbahaya, vaksin itu haram. Mungkin bisa dicari konten serupa tentang vaksin tapi yang isinya sebaliknya bahwa vaksin itu halal, vaksin itu sehat, vaksin itu bermanfaat dan sebagainya yang dikeluarkan pihak dengan reputasi yang bisa dipercaya," katanya.
Tips bijak menggunakan gawai bagi lansia
1. Batasi waktu penggunaan gawai. Screen time yang meningkat akan berakibat sakit mata. Mata menjadi kering dan rentan terkena infeksi.
2. Gunakan teknik 20-20-20. Artinya 20 menit melihat layar, 20 menit istirat, 20 menit melihat benda sejauh 6 meter.
Baca Juga: Lansia Ber-Medsos, Kenapa Tidak?
3. Pilih jenis ponsel yang nyaman digunakan. Bisa jenis smartphone atau ponsel sederhana.
4. Jangan pilih ponsel yang sulit digenggam karena akan mudah jatuh. Gunakan pelindung ponsel atau casing.
5. Untuk lansia yang menggunakan alat bantu dengar, perhatikan kualitas suara pada microphone ponsel.
Itulah tips bijak menggunakan gawai bagi lansia.***
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri