
Geriatri.id - Jalan kaki dan joging bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga olahraga aerobik yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.
Kedua aktivitas ini memiliki kemampuan membakar kalori dan meningkatkan ketahanan fisik, meski dengan intensitas dan dampak berbeda.
1. Perbedaan dampak
Jalan kaki merupakan aktivitas dengan intensitas sedang yang berdampak rendah. Ketika jalan kaki, tekanan pada persendian cenderung lebih ringan dibandingkan dengan joging.
Sebaliknya, joging adalah aktivitas berdampak tinggi dengan intensitas kuat. Saat berlari, tekanan pada persendian lebih besar karena gaya yang diberikan pada tubuh.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Aktivitas berdampak tinggi seperti joging dapat mencakup latihan seperti jumping jack, lompat tali, atau kelas dansa aerobik.
Sementara itu, aktivitas berdampak rendah lainnya termasuk bermain tenis, melakukan aerobik, atau menggunakan sepatu roda.
2. Perbedaan tingkat intensitas
Jalan kaki masuk kategori aktivitas aerobik dengan intensitas sedang. Meski tubuh berkeringat selama jalan kaki, namun tidak bekerja terlalu keras.
Sebaliknya, joging masuk kategori olahraga aerobik berat. Saat berlari, detak jantung meningkat dengan cepat, diikuti pernapasan yang lebih cepat.
3. Perbedaan pembakaran kalori
American Council on Exercise (ACE) merekomendasikan program jalan kaki untuk tujuan penurunan berat badan. Ini karena jalan kaki merupakan aktivitas yang tidak terlalu membebani fisik.
Harvard School of Public Health membandingkan jalan cepat dengan joging untuk menurunkan berat badan.
Meski keduanya membakar sekitar 400 kalori per hari, namun joging cenderung lebih efektif dalam pembakaran kalori dengan jumlah lebih tinggi dalam waktu lebih singkat.
Dilansir dari laman Vinmec, meski joging mampu membakar kalori dengan cepat, manfaatnya tidak sebanyak jalan kaki.
Contohnya, orang dengan berat badan 60-65 kg yang joging kecepatan 7 km per jam dapat membakar 600 kalori.
Sdangkan jalan kaki sekitar 5 km hanya menghabiskan 320 kalori.
Karena itu, untuk mendukung program penurunan berat badan, joging lebih direkomendasikan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Meski begitu, untuk mereka yang belum terbiasa dengan aktivitas fisik secara aktif, jalan kaki lebih disarankan.
Alasannya jalan kaki lebih mudah dilakukan dan dapat disertai dengan relaksasi.
Aktivitas jalan kaki juga cocok untuk hampir semua kondisi fisik dan efektif dalam membakar kalori serta meningkatkan kesehatan jantung.
Dengan demikian, baik jalan kaki maupun joging memiliki manfaatnya masing-masing tergantung tujuan dan kondisi fisik individu.***
*Ilustrasi - Aktivitas joging.(Pexels)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri