
Geriatri.id - Ada perbedaan yang jelas menjalani kehidupan di usia 60-an dan seterusnya dengan sukacita atau sekadar hidup. Perbedaannya adalah pada kebiasaan yang dilakukan.
Mempertahankan perilaku tertentu dapat membatasi kebahagiaan, bahkan mungkin tanpa disadari.
Untuk benar-benar meraih kebahagiaan di usia 60-an dan seterusnya, ada beberapa perilaku yang harus ditinggalkan.
Berikut 8 perilaku yang harus ditinggalkan seorang perempuan untuk menemukan kebahagiaan sejati saat mereka memasuki usia 60-an dan seterusnya dikutip dari geediting.com:
1. Khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Seringkali, perempuan mendapati diri mereka terjerat dalam jaringan ekspektasi dan opini masyarakat. Sayangnya, hal ini bisa menjadi penghalang menuju kebahagiaan.
Melepaskan berarti melepaskan beban opini dan ekspektasi orang lain. Ide dasarnya adalah kebahagiaan tidak bergantung pada apa yang orang lain pikirkan.
Jadi, jika ingin meraih kebahagiaan di usia 60-an atau lebih, saatnya melepaskan kekhawatiran tentang apa yang dipikirkan orang lain.
2. Menyimpan dendam
Beban rasa sakit dan dendam di masa lalu ternyata lebih berat dan hal ini bisa sangat menghambat kebahagiaan.
Karena itu, jangan menyimpan dendam atau rasa sakit hati di masa lalu. Hidup ini terlalu singkat dan terlalu indah untuk diisi dengan hal-hal negatif.
Pilih pengampunan daripada kebencian untuk hidup lebih bahagia di usia 60-an dan seterusnya.
3. Hidup di masa lalu
Aspek penting dari kebahagiaan di usia 60-an dan seterusnya adalah menerima masa kini dan menatap masa depan.
Otak manusia mempunyai kecenderungan menyimpan kenangan masa lalu, baik dan buruk.
Meski menghargai kenangan indah itu bagus, tetapi terus-menerus hidup di masa lalu dapat menghalangi dalam menikmati momen saat ini dan merencanakan masa depan.
Usia 60-an dan seterusnya bisa sama menarik dan memuaskannya dengan fase lain dalam hidup, atau bahkan lebih.
4. Membandingkan diri dengan orang lain
Ada pepatah, “Perbandingan adalah pencuri kebahagiaan,”. Ini sangat benar, terutama saat orang memasuki usia 60-an dan seterusnya.
Di era media sosial, di mana kehidupan setiap orang tampak sempurna, orang mudah terjebak dalam membandingkan dirinya dengan orang lain. Namun perbandingan ini dapat merampas kebahagiaan.
Jadi, daripada membandingkan diri dengan orang lain, fokus untuk menghargai diri sendiri. Rayakan pencapaian, belajar dari kegagalan dan bangga dengan diri yang sekarang.
5. Mengabaikan perawatan diri
Perempuan sering sibuk mengurus orang lain sehingga lupa mengurus diri sendiri.
Saat memasuki usia 60-an dan seterusnya, sangat penting memprioritaskan perawatan diri.
Meluangkan waktu untuk diri sendiri tidak berarti mengabaikan tanggung jawab.
6. Takut akan perubahan
Perubahan bisa jadi menakutkan. Namun, perubahan adalah bagian hidup yang tak terelakkan, dan menolaknya hanya akan menciptakan stres dan ketidakbahagiaan.
Wajar jika merasa tidak nyaman dengan hal-hal baru, namun penting juga untuk menyadari bahwa setiap fase baru membawa peluang baru.
Jadi, jika memasuki usia 60-an atau lebih, jangan takut akan perubahan.
7. Menunda kebahagiaan
Terkadang, orang terlalu terjebak dalam hiruk pikuk kehidupan sehingga menunda kebahagiaan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Mengapa harus menunggu? Kebahagiaan bukan sesuatu yang tidak harus terjadi di masa depan tetapi bisa saat ini pada momen-momen kecil seperti menikmati secangkir kopi nikmat, berjalan-jalan di taman, atau tertawa bersama teman.
Saat memasuki usia 60-an dan seterusnya, jangan menunda kebahagiaan. Temukan kebahagiaan pada hal-hal kecil dan hargai setiap momen.
8. Tidak bisa menerima usia
Usia hanya angka. Itu tidak menentukan atau kapasitas untuk bersukacita.
Di usia 60-an dan seterusnya, jangan menghindar dari usia. Setiap kerutan menceritakan kisah kehidupan yang dijalani, setiap uban adalah bukti pengalaman yang didapat.
Usia adalah tanda kehormatan, tanda kekuatan dan ketahanan. Ini adalah bukti perjalanan dan kebijaksanaan.
Usia bukan sesuatu yang perlu disembunyikan atau ditakuti, tapi harus dirayakan.
Karena seiring bertambahnya usia muncul kebijaksanaan, dan dengan kebijaksanaan muncul kemampuan untuk benar-benar menghargai keindahan hidup.***
*Ilustrasi - Bahagia di usia 60-an tahun dan seterusnya.(Pexels)
Video Lansia
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri