6 Praktik Mindfulness yang Dapat Diterapkan untuk Jaga Kesehatan Mental


Berita Lansia - Dalam pusaran kesibukan hidup, terkadang orang terjebak dalam rutinitas sehingga melupakan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional.

2024-06-06 15:57:24

Geriatri.id - Dalam pusaran kesibukan hidup, terkadang orang terjebak dalam rutinitas sehingga melupakan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional.

Ketika kesibukan tersebut terus-menerus berlangsung tanpa jeda istirahat, tidak hanya menyebabkan lelah fisik, tetapi juga mental dan emosional. Dampak buruknya bisa memicu stres hingga depresi.

Karena itu, penting meluangkan waktu untuk merenung dan menenangkan pikiran.

Salah satu caranya dengan mempraktikkan mindfulness untuk menjaga kesehatan mental.

Mindfulness adalah upaya melatih kembali pikiran secara perlahan untuk fokus pada momen saat ini.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Berikut enam praktik mindfulness yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan mental dilansir dari laman The Expert Editor, Senin 3 Juni 2024: 

1. Membuat jurnal rasa syukur

Membuat jurnal rasa syukur dapat membantu menjaga kesehatan mental. Caranya dengan menuliskan hal-hal yang disyukuri setiap hari.

Aktivitas ini dapat mengalihkan fokus dari hal-hal negatif ke hal-hal positif.

Ini dapat meningkatkan suasana hati dan membantu menjaga keseimbangan emosional.

2. Latihan pernapasan dalam

Sebuah studi menunjukkan manfaat latihan pernapasan dalam yang efektif untuk mengurangi stres.

Latihan ini dapat merangsang relaksasi, menurunkan kadar kortisol (hormon stres), dan meningkatkan endorfin (hormon penenang).

3. Meditasi


Meditasi adalah teknik menjernihkan pikiran untuk mempertajam fokus dan perhatian.

Caranya dengan memejamkan mata sambil mengatur pernapasan. Tujuannya membuang seluruh emosi negatif. 

Dengan melakukan meditasi bisa membuat seseorang menjadi lebih tenang, nyaman, dan produktif. 

4. Mencuci piring

Mungkin banyak orang malas mengerjakan tugas sehari-hari seperti mencuci piring.

Padahal, mencuci piring adalah sarana untuk berlatih mindfulness yang dapat membantu menghilangkan stres dan menciptakan ketenangan.

5. Kegiatan mewarnai

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kegiatan mewarnai bukan hanya untuk anak-anak. Ini dapat menjadi cara yang efektif untuk melatih mindfulness, terutama ketika mewarnai pola yang sangat rumit dan desain menarik.

6. Jalan-jalan menikmati keindahan alam

Berjalan-jalan menikmati keindahan alam dapat membantu mengurangi kecemasan dan memberikan rasa bahagia serta energi tambahan.

Apalagi disertai dengan sentuhan alam seperti suara burung, angin, dan pemandangan hijau.***

*Ilustrasi - Lansia berjalan kaki menikmati keindahan alam.(Pixabay)

Video Lansia

 


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026