
Geriatri.id - Selain memberikan kenikmatan, makanan berperan penting dalam menyediakan energi dan nutrisi bagi tubuh. Penting untuk menyadari, pola makan sehari-hari dapat memengaruhi fungsi otak.
Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi secara berlebihan atau berkelanjutan dapat membahayakan kesehatan otak dan bahkan meningkatkan risiko penyakit serius seperti Alzheimer dan Parkinson.
Berikut jenis makanan yang dapat membahayakan kesehatan otak:
1. Karbohidrat olahan
Makanan yang mengandung karbohidrat olahan, seperti gula dan tepung umumnya memiliki indeks glikemik tinggi.
Ini berarti tubuh akan mencernanya dengan cepat sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Penelitian dari Journal Nutrients menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, bahkan satu kali pun dapat merusak memori pada anak-anak dan orang dewasa.
Asupan tinggi lemak dan gula rafinasi juga dikaitkan dengan penurunan fungsi memori karena peradangan pada hippocampus, bagian otak yang berperan dalam beberapa aspek memori.
2. Makanan tinggi lemak trans
Lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan cepat saji, camilan seperti keripik, margarin, dan produk roti serta kue bisa memiliki efek negatif pada kesehatan otak.
Penelitian menunjukkan asupan tinggi lemak trans terkait dengan risiko peningkatan Alzheimer, penurunan memori, volume otak yang lebih kecil dan penurunan kognitif.
3. Makanan olahan
Makanan olahan seperti mie instan, permen dan makanan cepat saji cenderung mengandung tinggi gula, garam, dan lemak jenuh tinggi.
Konsumsi makanan olahan tidak hanya menyebabkan peningkatan berat badan, tetapi juga merugikan kesehatan otak.
Penelitian menunjukkan lemak di sekitar organ atau lemak visceral terkait dengan kerusakan pada jaringan otak.
Mengonsumsi makanan olahan dapat mengurangi produksi molekul penting untuk kesehatan otak.
4. Pemanis buatan
Aspartam adalah pemanis buatan, umumnya digunakan dalam produk yang diklaim bebas gula seperti soda diet dan yogurt rendah kalori.
Pemanis buatan ini dapat mengganggu memori dan meningkatkan stres oksidatif di otak.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Penelitian menunjukkan asupan aspartam berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan status antioksidan di otak.
5. Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat memiliki efek serius pada otak, termasuk pengurangan volume otak, perubahan metabolisme, dan gangguan neurotransmiter.
Kecanduan alkohol dapat menyebabkan kekurangan vitamin B1, yang dapat mengakibatkan gangguan pada otak yang bisa berkembang menjadi sindrom Korsakoff.
Sindrom ini dapat menyebabkan orang kehilangan memori dan gangguan penglihatan.***
*Ilustrasi - Penting untuk menjaga kesehatan otak.(Pixabay)
Video Lansia
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri