
Geriatri.id - Cik Lekat Umar (79) mengungkapkan dirinya sudah lama menunggu waktu keberangkatannya ke Tanah Suci. Sejak lama dia memimpikan untuk berhaji hingga memutuskan menjual separoh lahan kebunnya untuk membayar biaya haji.
“Dua belas tahun lalu, nenek jual kebun separuh, kemudian separuhnya masih dikelola hingga sekarang dan hasilnya masih bisa nenek bagi ke anak,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag Minggu, 2 Juni 2024.
Cik Lekat adalah jemaah asal Embarkasi Palembang, yang berdomisili di Kecamatan Gandus, Palembang.
Dia mengaku bahagia sekali akhirnya bisa ke Tanah Suci. Padahal, lanjut dia, kondisinya sempat terkena syaraf kejepit selama dua tahun.
"Saya tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa menggerakan badan sama sekali. Saya berobat ke sana kemari, semua pengobatan saya coba. Sampai pernah ada yang bilang suruh makan rumput pun saya lakoni. Waktu itu saya semangat sembuh, karena ingin naik haji," ucapnya.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Cik Lekat bersyukur doa dan usahanya untuk sembuh diijabah Allah setahun lalu, meski tidak tahu obat apa yang mendatangkan kesembuhannya.
"Saya bisa berjalan dan bergerak kembali seperti dulu. Saat di Nabawi, Allah kasih kemudahan untuk beribadah salat berjamaah di Masjid Nabawi dan kemudahan menziarahi makan Rasullullah," katanya.
Pelayanan Haji Ramah Lansia
Pada Sabtu 1 Juni 2024 Cik Lekat bersiap berangkat dari hotel di Madinah menuju Bir Ali untuk Miqat, lalu ke Makkah.
Dia tersenyum sumringah saat melihat petugas haji menghampiri dan menanyakan kabarnya.
“Sini nak, nenek kepengin ucapin terima kasih untuk semua petugas haji yang baik hati. Nanti sampaikan ke teman-temannya ya, nenek berterima kasih sekali, karena semua petugas melayani nenek yang lansia (lanjut usia) ini dengan baik sekali, Ternyata haji ramah lansia itu benar-benar kami rasakan,” katanya.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Cik Lekat mengaku sangat puas dan bahagia dengan layanan yang dirasakannya selama di Madinah.
Dia menambahkan semua jemaah lain di kloter-nya (kelompok terbang) baik dan peduli kepadanya.***
*Cik Lekat Umar (79) jemaah asal Embarkasi Palembang, yang berdomisili di Kecamatan Gandus, Palembang.(Foto:Kemenag)
Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri