Rahasia Sehat Mbah Ngatemi Alwi, Berhaji di Usia 99 Tahun


Berita Lansia - Ngatemi Alwi merupakan salah satu jemaah lansia yang menunaikan ibadah haji tahun 2024. Dia membagikan resep dapat melaksanakan haji dalam keadaan sehat di usia 99 tahun.  

2024-06-02 12:15:08

Geriatri.id - Ngatemi Alwi merupakan salah satu jemaah lansia yang menunaikan ibadah haji tahun 2024. Dia membagikan resep dapat melaksanakan haji dalam keadaan sehat di usia 99 tahun.  

Jemaah asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah itu mengatakan dirinya masih dalam kondisi sehat dan semangat.

“Tidak ada keluhan. Sehat. Semangat. Ayo,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag, Jumat 31 Mei 2024.

Menurut jemaah haji tertua se-Jawa Tengah itu, dirinya suka menginang atau menyirih, makan sayur-sayuran dan ketela pisang dan tidak mengonsumsi gorengan. 

“Resepnya suka menginang, tidak makan goreng-gorengan, suka makan sayur, makan ketela pisang,” terangnya saat diwawancara di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Ngatemi mengaku sebelum melaksanakan ibadah haji, dirinya rutin melakukan olahraga seperti jalan kaki dan senam. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Untuk mempersiapkan haji, saya olahraga, jalan-jalan, senam. Saya senang sekali bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini,” kata Ngatemi.

Ngatemi tergabung dalam rombongan jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) 73 Embarkasi Solo (SOC-73). 

Perempuan kelahiran 1 Juli 1925, memiliki dua anak dan lima cucu. Dia berangkat haji didampingi putrinya yang bernama Mariyatun.

Mariyatun mengungkapkan, Ngatemi masih bisa beraktivitas sehari-hari dan jarang sakit. 

“Beliau masih jalan-jalan, tidak pakai kursi roda dan biasa nyapu di rumah. Sakit juga jarang. Beliau itu luar biasa,” kata Mariyatun.


Mariyatun juga mengatakan, ibunya tidak suka makan gorengan. “Beliau tidak makan gorengan. Selalu makan rebus-rebusan,” jelas Mariyatun.

Mariyatun membenarkan ibunya memiliki kebiasan menyirih atau menginang. 

“Sudah sejak muda Ibu suka nginang. Di rumah, nanam sendiri. Ini saja bawa daun sirih untuk dibawa haji,” kata Mariyatun.

Mariyatun berharap ibunya diberikan kelancaran dan kesehatan dalam menunaikan ibadah haji dan pulang menjadi haji mabrur. 

“Ibu tidak pernah absen salat. Tanpa diingatkan, beliau selalu menunaikan salat lima waktu,” katanya.

Petugas Tenaga Kesehatan Haji Kloter 73 Embarkasi Solo (SOC), dr. Laili Handayani mengungkapkan hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan Mbah Ngatemi dalam kondisi sehat dan tanpa keluhan. 

“Kalau dari hasil pemeriksaannya, alhamdulillah, Mbah Ngatemi ini dalam kondisi yang sehat saat ini, tidak ada keluhan apapun, gulanya juga normal. Alhamdulillah, beliau istita’ah untuk menjalankan ibadah haji,” jelasnya.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Laili mengatakan Mbah Ngatemi diberikan fasilitas kursi roda untuk memudahkan pelaksanaan ibadah haji. 

“Beliau menggunakan pendampingan dengan kursi roda. Menggunakan alat kursi roda untuk mempermudah pelaksanaan ibadah haji. Juga ada anaknya yang mendampingi beliau pada saat pelaksanaan ibadah,” kata Laili.

Untuk jemaah berisiko tinggi (risti) dan lansia, lanjut Laili, rutin dilakukan pemantauan kesehatan. 

“Misal, dalam pasawat kita akan berikan penanda bahwa dia itu adalah risti atau lansia. Kemudian di hotel juga kita lakukan pemberian tanda di setiap pintu kamarnya bahwa beliau itu adalah risti atau lansia,” terangnya.

“Dan kita juga melakukan visitasi kepada jemaah haji. Kita juga melakukan pos untuk pemeriksaan kesehatan. Jadi bagi jemaah haji yang mengalami keluhan atau ada keluhan, bisa melakukan pemeriksaan ke kami. Atau jika ada teman sekamarnya yang mengetahui keadaan kondisi jemaah lainnya, bisa menyampaikan ke kami sehingga kami bisa melakukan visitasi ke kamar jemaah tersebut,” pungkasnya.***

*Ngatemi Alwi jemaah asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.(Foto:Kemenag)

Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Mengapa Kecepatan Berjalan Bisa Menjadi Indikator Kesehatan Lansia?

Home Care Semakin Populer, Apa Keuntungan dan Tantangannya?

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026