
Geriatri.ID - Petugas Haji Daerah (PHD) asal Bekasi, Muhammad Yahya Firdaus bertugas di bidang layanan lansia pada musim haji tahun 2024. Dalam menjalankan tugasnya di Tanah Suci, Yahya membawa 'Smart Locator'.
Yahya menggunakan alat yang menjadi uji coba penelitian dari Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Barat (Kesra Jabar) itu untuk mendeteksi keberadaan jemaah haji lansia pada saat emergency.
Selain itu, 'Smart Locator' juga diproyeksikan untuk membantu pelayanan lansia yang tidak bisa menggunakan smart phone.
“Fungsi alat ini digunakan untuk lansia dengan cara dikalungkan atau dipasang sebagai gelang tergantung,” ujar Yahya dikutip dari laman Kemenag, Rabu 29 Mei 2024.
'Smart Locator' memiliki diameter 2-3 cm dengan tombol bulat di tengah. Jika tombol ditekan akan mengirimkan sinyal SOS data lengkap kepada ketua regu.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Data yang dikirimkan antara lain nama lengkap, data jemaah, lokasi kejadian, dan jam kejadian.
“Smart Locator telah disambungkan ke WhatsApp Blast grup kloter jemaah, sehingga ketika ketua rombongan ataupun ketua kloter menerima pesan ini keberadaan jemaah tersebut akan mudah dideteksi,” jelas Yahya.
Yahya menerangkan, alat itu sensitif terhadap getaran. Jika jemaah lansia mengalami kecelakaan, misalnya terjatuh, alat ini akan mengirimkan sinyal SOS data.
“Ketika sudah diaktivasi, alat ini sudah merekam data jemaah melalui chip yang disimpan di dalamnya,” kata Yahya.
Sebanyak 30 'Smart Locator' akan diujicobakan kembali di Makkah dengan asumsi beberapa tim bertemu di Makkah. Nantinya alat itu akan diberikan kepada enam orang jemaah haji kloter JKS-23.
“Kemarin alat ini sudah kami ujicoba di kebun kurma ketika city tour. Dan alhamdulillah hasil alat ini berfungsi dengan baik. Sinyal SOS yang dikirimkan ke grup WhatsApp Blast terbaca dengan baik dan jelas,” katanya.
Sementara pemegang hak 'Smart Locator', Muhammad Reza mengatakan saat ini alat itu baru pada tahap ujicoba fungsional. Hal ini untuk memastikan alat yang digunakan mengirimkan sinyal dengan baik ke grup WhatsApp Blast.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
“Kedua yang perlu diujicoba adalah saat Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Masalah terbesar adalah jumlah dengan kapasitas seluler yang ada di sana apakah berjalan dengan baik,” ucap Reza.
Dia menambahkan, 'Smart Locator' diinisiasi Biro Kesra Jawa Barat dan nantinya akan dieksekusi Kemenag Jawa Barat.
“Setelah sampai di Tanah Air, kita akan mengadakan kuesioner untuk memastikan penggunaannya dari sisi user, apakah terganggu atau tidak, dan kedua adalah fungsi dari alat itu sendiri. Ini bisa menjadi saran untuk perbaikan kedepannya seperti apa,” pungkasnya.***
'Smart Locator' mampu mendeteksi keberadaan jemaah haji lansia pada saat emergency.(Foto:Kemenag)
Untuk mendapatkan informasi seputar Haji Ramah Lansia lainnya klik DISINI.
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri