
Geriatri.id - Seberapa cepat proses penuaan otak ikut dipengaruhi pola makan. Lalu, jenis makanan apa yang dapat memperlambat penurunan kognitif?
Dalam sebuah studi baru menggunakan teknologi untuk menetapkan profil nutrisi spesifik yang berhubungan dengan kinerja kognitif pada lansia berusia di atas 65 tahun. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Nature Aging.
Jumlah peserta yang terlibat dalam penelitian ini 100 orang. Meraka dalam kondisi sehat secara kognitif dengan rentang usia 65-75 tahun.
Penelitian diawali dengan pengumpulan sampel darah. Ini untuk menilai kadar nutrisi berbeda dalam darah peserta. Selanjutnya peneliti melakukan penilaian kognitif dan pemindaian MRI.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dari hasil analisis ditemukan dua jenis penuaan otak peserta, yaitu dipercepat dan lebih lambat dari perkiraan.
Peserta dengan penuaan otak lebih lambat memiliki profil nutrisi berbeda, termasuk kombinasi asam lemak, antioksidan, karotenoid, vitamin E, dan kolin.
Menurut peneliti, profil nutrisi ini sejalan dengan nutrisi pada pola makan Mediterania. Sebelumnya pola makan Mediterania dikaitkan dengan penuaan otak yang sehat.
Pola makan Mediterania bersumber pada biji-bijian, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, asupan keju dan ikan dalam jumlah sedang serta asupan daging merah dan daging olahan yang terbatas.
Pola makan Mediterania telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer dan kondisi neurodegeneratif lainnya. Namun peneliti mengatakan analisis hubungan itu lebih obyektif dalam studi baru mereka karena didukung beberapa faktor.
Pertama, studi ini merupakan salah satu penelitian terbesar dan terlengkap. Penelitian ini menggunakan biomarker berbasis darah untuk menyelidiki hubungan antara pola makan dan kesehatan otak.
Kedua, penelitian ini menggunakan pengukuran neuroimaging multimodal yang memberikan gambaran lebih lengkap tentang kesehatan mencakup pengukuran struktur, fungsi dan metabolisme otak.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Ketiga, fokus penelitian ini tidak hanya pada nutrisi tunggal tetapi juga mengidentifikasi nutrisi tertentu terkait dengan penuaan otak yang lebih lambat.
Peneliti mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme spesifik dimana profil nutrisi dapat mempengaruhi penuaan otak.***
*Ilustrasi - Penuaan otak.(Pixabay)
Video Lansia
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri