
Geriatri.id - Ubi kayu atau singkong termasuk tanaman umbi-umbian yang banyak ditanam di Indonesia. Selain nasi, tanaman umbi-umbian ini merupakan sumber karbohidrat dan kalori.
Singkong dapat diolah dengan cara digoreng, dikukus dan direbus. Singkong rebus sudah akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di pedesaan.
Mengolah singkong dengan cara direbus dianggap lebih praktis. dibanding digoreng. Prosesnya sederhana, rebus singkong yang telah dikupas sekitar 15-30 menit.
Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi singkong rebus. Ini karena singkong rebus memiliki kandungan kalori tinggi dibanding dengan umbi-umbian lain.
Dikutip dari Healthline, singkong rebus mengandung 191 kalori per 100 gram. Dengan jumlah yang sama, ubi jalar mengandung 90 kalori, sementara wortel 35 kalori.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Kalori singkong berasal dari 84 persen karbohidrat dan sisanya protein dan lemak.
Selain kalori, singkong juga mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh.
Singkong merupakan salah satu sumber vitamin yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Nutrisi lain yang terkandung dalam singkong adalah tembaga, mineral yang bermanfaat untuk proses sintesis neurotransmitter dan memproduksi energi.
Kandungan pati resisten pada singkong bermanfaat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan kesehatan pencernaan dan metabolisme serta menurunkan risiko obesitas dan diabetes tipe-2.***
*Ilustrasi - Singkong sumber kalori.(Pixabay)
Video Lansia
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri