
Geriatri.id - Salah satu permasalahan gigi yang seringkali dialami banyak orang adalah gigi ompong. Kondisi ini seringkali menjadi momok menakutkan karena bisa mengganggu kesehatan mulut dan merusak struktur gigi.
Selain itu, gigi ompong dapat mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga membuat seseorang kurang percaya diri saat tersenyum.
Permasalahan gigi ompong seringkali dianggap sepele. Padahal, ada berbagai dampak serius yang tidak boleh diabaikan, seperti kesulitan mengunyah, yang seiring waktu bisa mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.
Ada beberapa cara mengatasi gigi ompong, di antaranya gigi palsu lepasan, dental bridge dan implan gigi.
Dari ketiga solusi itu, implan gigi dianggap lebih nyaman dibanding gigi palsu biasa.
Selain itu, dengan perawatan yang baik dan benar, implan gigi memiliki daya tahan seumur hidup.
Baca Juga: Diperingati Setiap Tahun, Sejarah dan Tema Hari Lanjut Usia Nasional 2024
Namun, tindakan implan gigi umumnya membutuhkan biaya mahal ditambah proses konsultasi yang cukup rumit. Akibatnya, banyak orang mencari jalan instan, tetapi berisiko.
"Melihat informasi dan akses implan gigi yang minim di Indonesia, kami terdorong untuk membuat sebuah platform yang informatif, sehingga dapat memudahkan pasien untuk mendapatkan akses perawatan implan gigi,” ujar drg. Deviana Maria, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Tanam Gigi.
Tanam Gigi merupakan sebuah platform yang menghubungkan pasien dengan perawatan implan gigi.
Platform ini tidak hanya menyediakan konsultasi dental implan yang komprehensif, tetapi juga memfasilitasi pasien dengan akses ke layanan berkualitas tinggi dengan biaya lebih terjangkau namun tetap aman.
Banyak orang dengan permasalahan gigi ompong tetapi ragu dan khawatir melakukan implan gigi. Berikut tiga tips sebelum melakukan implan gigi:
1. Cek kredibilitas penyedia layanan kesehatan gigi
Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan memeriksa website, akun media sosial dan platform digital yang dimiliki penyedia layanan.
Langkah ini untuk memastikan dokter atau spesialis implan yang akan melakukan prosedur memiliki pengalaman memadai dan sertifikasi relevan dan kredibilitas.
2. Mencari tahu metode yang ditawarkan
Sebagai calon pasien, ada baiknya untuk mencari tahu terlebih dahulu mengenai prosedur implan yang ditawarkan penyedia layanan kesehatan, apakah menggunakan pendekatan konvensional atau digital.
Baca Juga: Kak Seto yang Tak Pernah Menua
Pilihan terakhir seringkali lebih disukai karena didukung teknologi canggih terkini.
3. Konsultasi dengan dokter spesialis implan
Pastikan dokter atau spesialis memberikan informasi cukup tentang risiko potensial, seperti infeksi, kerusakan saraf, atau reaksi alergi terhadap bahan implan yang semuanya mempengaruhi fungsi sensorik dan motorik wajah.
Itulah tiga tips yang bisa dilakukan sebelum melakukan implan gigi.***
*Ilustrasi - Implan gigi.(Pixabay)
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri