
GERIATRI.CO.ID - Bau badan pada lansia itu sebenarnya cukup umum, dan biasanya bukan karena “tidak bersih” saja. Ada beberapa faktor yang memang berubah seiring usia.
Perubahan alami tubuh (aging)
Seiring bertambahnya usia, tubuh memproduksi senyawa tertentu (misalnya 2-nonenal) yang bisa menimbulkan bau khas lansia. Ini alami banget, bukan penyakit.
Produksi keringat berubah
Kelenjar keringat pada lansia cenderung berkurang aktivitasnya, tapi komposisi keringatnya berubah. Jadi walaupun tidak banyak berkeringat, baunya bisa lebih terasa.
Bakteri di kulit
Kulit lansia lebih kering dan tipis, sehingga bakteri tertentu bisa berkembang berbeda dibanding usia muda—ini bisa memicu bau badan.
Kebersihan diri dan pakaian
Kadang lansia jarang mandi (misalnya karena takut jatuh), atau pakaian tidak sering diganti. Hal ini bisa memperparah bau badan.
Obat-obatan
Beberapa obat yang rutin diminum lansia bisa memengaruhi bau tubuh atau metabolisme.
Pola makan
Makanan tertentu seperti bawang-bawangan atau makanan berlemak tinggi, sehingga bisa memengaruhi aroma tubuh.
Kondisi kesehatan tertentu
Kadang bau badan bisa jadi tanda kondisi medis tertentu. Misalnya diabetes, gangguan ginjal atau hati, atau infeksi kulit.
Tips praktis supaya terhindar dari bau badan:
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri