
GERIATRI.CO.ID - Menikmati masa purna tugas atau hari tua tidak selalu harus diisi dengan berdiam diri di rumah. Aktivitas luar ruangan yang aman dan terukur justru menjadi modal penting untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus kesehatan mental para lanjut usia (lansia). Bagi warga Surabaya maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Pahlawan, Taman Bungkul kerap menjadi salah satu destinasi ruang terbuka hijau yang paling memikat.
Taman Bungkul yang terletak di jantung Kota Surabaya—tepatnya di kawasan Darmo, Kecamatan Wonokromo—bukan sekadar taman biasa. Ruang terbuka hijau ini telah diakui hingga tingkat internasional sebagai salah satu taman kota terbaik di Asia karena kerapian tata ruang dan ketersediaan fasilitas publiknya.
Suasana yang rindang di bawah naungan pepohonan tua memberikan pasokan oksigen yang segar dan udara yang relatif sejuk di tengah hangatnya Kota Surabaya. Bagi lansia, paparan ruang hijau semacam ini terbukti secara medis dapat membantu meredakan stres, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan suasana hati.
Untuk dikategorikan sebagai destinasi yang ramah lansia, sebuah tempat wisata harus memenuhi prinsip aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan mobilitas. Di Taman Bungkul, terdapat jalur tanpa undakan (ramp) khusus yang memudahkan pengguna kursi roda maupun lansia yang berjalan menggunakan alat bantu.
Selain akses jalan yang rata, ketersediaan tempat duduk yang cukup di sepanjang area taman menjadi nilai tambah tersendiri. Lansia dapat mengukur kekuatan fisiknya dan beristirahat kapan saja di bawah rindangnya pohon tanpa perlu berjalan terlalu jauh untuk mencari tempat duduk.
Fasilitas penunjang lainnya juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan para senior. Salah satunya adalah fasilitas toilet umum yang memadai, area peziarahan Makam Sunan Bungkul yang tertata, serta sentra kuliner bersih yang memudahkan lansia memilih makanan atau minuman tanpa repot.
Agar kunjungan berjalan lancar dan berkesan, pemilihan waktu berkunjung menjadi hal yang sangat penting. Waktu terbaik untuk lansia adalah pagi hari pukul 06.00 – 08.30 WIB atau sore hari pukul 15.30 – 17.00 WIB ketika paparan sinar matahari belum terlalu menyengat.
Selain pemilihan waktu, aspek keselamatan fisik seperti penggunaan alas kaki juga tidak boleh diabaikan. Gunakan sepatu jalan yang solnya tidak licin serta mengenakan pakaian berbahan katun yang longgar dan menyerap keringat demi kenyamanan selama beraktivitas.
Selalu pastikan lansia terhidrasi dengan baik dengan membawa botol air minum sendiri. Bagi lansia yang memiliki gangguan keseimbangan atau masalah penglihatan, pendampingan dari pihak keluarga atau caregiver tetap sangat disarankan demi mencegah risiko jatuh.
Secara keseluruhan, Taman Bungkul merupakan bukti nyata ruang publik yang inklusif dan ramah bagi para senior. Dengan persiapan yang matang dan pemanfaatan fasilitas yang tepat, berwisata di taman ini tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana rekreasi yang menyehatkan jiwa dan raga. (a2s)
***
Foto: Taman Bungkul (RRI.co.id)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri