
GERIATRI.CO.ID - Pernahkah Anda membayangkan berada di situasi darurat kesehatan di rumah, tetapi bingung harus berbuat apa? Kebanyakan dari kita mungkin akan panik. Namun, bagi Ibu Meli Feriabidin (63 tahun), rasa khawatir itulah yang justru memicu semangatnya untuk terus belajar tanpa mengenal batasan usia.
Sebagai lansia yang hidup mandiri bersama sang suami (yang juga tergolong lansia berisiko) tanpa asisten rumah tangga, Ibu Meli punya tanggung jawab istimewa lainnya: merawat ibundanya yang kini telah genap berusia 97 tahun.
Merawat orang tua yang sudah sangat sepuh tentu penuh dengan kejutan. Ibu Meli mengaku, pengalaman mendampingi Sang Ibu sering kali membuatnya keteteran, terutama saat menghadapi kondisi kesehatan yang mendadak berubah.
“Pengalaman merawat Ibu yang suka keteteran dan sering tidak tahu berbuat apa-apa saat kejadian tiba-tiba, membuat saya berpikir: bagaimana bila terjadi keadaan mendadak pada saya, suami, atau kami berdua? Saya tidak mau hanya terpaku saja,” tutur Ibu Meli, yang juga berprofesi sebagai dokter gigi.
Alasan kuat inilah yang mendorong beliau untuk mantap mendaftarkan diri dalam Pelatihan Caregiver yang diselenggarakan oleh Geriatri-ID beberapa hari lalu.
Bagi Ibu Meli, materi yang disajikan dalam pelatihan ini benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. Bukan sekadar teori awan-awan, melainkan ilmu terapan yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, seperti Perawatan & Nutrisi Harian, Teknik Memindahkan Lansia (Transferring), Manajemen Obat & Alat Kesehatan, dan Peregangan Tubuh, serta Panduan Do's & Don'ts (memahami hal yang boleh dan pantang dilakukan demi keselamatan lansia).
Satu hal penting yang membuat Ibu Meli bersyukur adalah adanya materi khusus tentang kesehatan sang caregiver itu sendiri. Sebab, seorang pendamping sering kali terlalu fokus merawat orang lain hingga lupa pada kondisi fisiknya sendiri.
Lewat pelatihan ini, para peserta diajarkan posisi tubuh yang benar (ergonomi) saat membantu lansia agar punggung atau sendi tidak cedera. Selain itu, ada juga panduan mengelola emosi agar terhindar dari kelelahan mental alias caregiver burnout.
"Saya sangat bersyukur dengan program mendapat gratis untuk komunitas Lansia Online, karena biaya ikut pelatihan itu mahal buat ukuran saya. Harapan saya ke depan agar ada lagi pelatihan-pelatihan untuk caregiver ini sehingga bisa berkelanjutan. Karena sangat membantu para lansia, apalagi dengan akan meledaknya populasi lansia pada tahun 2035 yang akan datang di Indonesia," pungkas Ibu Meli yang berasal dari Bekasi.
***
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri