
Geriatri.id - Telur menjadi salah satu makanan yang digememari banyak orang, termasuk kalangan lanjut usia (lansia). Namun banyak orang percaya mengonsumsi telur dapat meningkatkan kadar kolesterol. Benarkah demikian?
Telur menjadi salah satu makanan favorit karena kandungan kalori relatif sedikit. Selain itu harganya lebih murah dibandingkan dengan daging.
Kandungan dalam telur antara lain vitamin A, protein, folat, vitamin D, vitamin B, lemak omega-3, juga mineral, seperti zat besi, kalsium, zink, dan kalium.
Apakah mengonsumsi telur dapat meningkatkan kadar kolesterol? Dikutip dari Mayo Clinic, telur ayam memang mengandung kolesterol.
Namun efek kandungan kolesterol dalam telur terhadap kenaikan kadar kolesterol darah sangat minim. Ini jika dibandingkan dengan efek lemak trans dan lemak jenuh.
Sejumlah ilmuwan di Harvard Medical School menemukan konsumsi sebutir telur dalam sehari masih aman bagi sebagian besar orang.
Penelitian tidak menemukan tingkat serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lain yang lebih tinggi pada konsumsi sebutir telur per hari.
Baca Juga: Diperingati Setiap Tahun, Sejarah dan Tema Hari Lanjut Usia Nasional 2024
Dikutip dari Heart Foundation, pemahaman yang tentang telur karena kuning telur mengandung lemak. Padahal, efek kuning telur terhadap kolesterol tinggi sangat minim.
Penggunaan minyak dan margarin untuk menggoreng telur yang memiliki efek lebih besar pada peningkatan kadar kolesterol darah.
Berdasarkan penelitian dengan tinjauan menyeluruh, tidak cukup bukti efek telur terhadap kolesterol tinggi sehingga disimpulkan makanan ini aman dikonsumsi, bahkan bagi penderita kolesterol tinggi.
Namun perhatikan makanan yang dikonsumsi bersama telur. Nasi, roti, mentega, garam, dan atau daging olahan, seperti nugget atau sosis bisa berdampak buruk pada jantung.
Cara aman konsumsi telur
Sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi dua hingga empat butir telur per minggu dapat berkontribusi signifikan terhadap asupan kolesterol.
Selain itu juga meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada orang dengan diabetes.
Penelitian ini melibatkan orang dewasa di Eropa dan Korea
Studi lain menemukan orang dewasa yang mengonsumsi lebih dari lima hingga enam telur per minggu meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 30%.
Namun, tidak dapat dipastikan peningkatan risiko itu hanya disebabkan telur saja.
Studi ini melibatkan 100 ribu orang dewasa lebih di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Kak Seto yang Tak Pernah Menua
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menekan kolesterol dalam telur.
Misalnya memasak telur dengan cara direbus, mengkombinasikan telur dengan sayuran untuk menyeimbangkan nutrisi, mengguunakan minyak stabil pada suhu tinggi dan tidak mudah teroksidasi, memilih telur berkualitas dan nutrisi terbaik, dan tidak memasaknya terlalu matang.***
*Ilustrasi - Telur ayam.(Pixabay)
Video Lansia
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri